Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Tuban: Benarkah untuk HIPPA?

- Reporter

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk yang sempat di tahan di Polres Tuban terkait penyalahgunaan BBM Bersubsidi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Truk yang sempat di tahan di Polres Tuban terkait penyalahgunaan BBM Bersubsidi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kasus truk bermuatan 1.500 liter BBM bersubsidi jenis solar yang diklaim untuk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di Kecamatan Plumpang terus berlanjut. Hasil penelusuran LiputanSatu.id mengungkapkan bahwa nama (Mj) tidak tercantum dalam daftar pimpinan HIPPA se-Kecamatan Plumpang.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan bahwa barang bukti berupa satu unit truk berisi solar bersubsidi yang sempat diamankan di Mapolres Tuban telah dikembalikan kepada pemiliknya. Alasannya, solar dalam truk tersebut diklaim sebagai BBM untuk HIPPA.

Namun, hasil investigasi wartawan LiputanSatu.id menunjukkan bahwa dalam daftar pimpinan HIPPA di Kecamatan Plumpang, tidak terdapat nama Mujiono sebagai pemilik truk solar tersebut. Camat Plumpang, Saefiyudin, pada 21 Februari 2025, mengonfirmasi bahwa terdapat 16 HIPPA di wilayahnya, dan tidak ada satupun yang mencantumkan nama Mujiono sebagai pimpinan.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Plumpang, Kunadi, menyatakan bahwa tidak ada pengajuan surat rekomendasi pembuatan barcode untuk solar bersubsidi atas nama kelompok HIPPA. Hingga saat ini, pengajuan rekomendasi hanya berasal dari individu.

“Ada 116 pemilik barcode solar bersubsidi untuk sektor pertanian yang terdaftar,” ungkap Kunadi.

Saat ditanya mengenai volume solar yang dapat dibeli, Kunadi menjelaskan bahwa jumlahnya sesuai dengan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P). Surat tersebut harus mencantumkan jenis alat pertanian yang menggunakan BBM bersubsidi dengan daya maksimal 24 PK.

Dari 116 pemohon, sebanyak 89 surat rekomendasi telah diterbitkan. Volume terbesar yang disetujui dalam satu bulan adalah 300 liter per pemohon.

“Pemilik surat rekomendasi hanya dapat membeli BBM bersubsidi di SPBU yang tercantum dalam dokumen rekomendasi,” tambah Kunadi.

Kepala DKP2P, Eko Julianto, menegaskan bahwa volume maksimal BBM subsidi untuk pertanian ditentukan oleh BPH Migas. Proses pengurusannya dilakukan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan.

Kasus ini masih terus berkembang, dan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi untuk kepentingan tertentu menjadi sorotan utama. Pihak berwenang diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini demi transparansi dan keadilan dalam distribusi BBM bersubsidi.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Diduga Kurang Konsentrasi, Dump Truck Tabrak Truk Tronton di Bancar Tuban
Di Tengah Kritik DPRD, Pemkab Tuban Tetap Anggarkan Hampir Rp50 Miliar untuk Dua RTH
Ledakan di Electrical Room PT SIG Tuban, Seorang Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit
Audit Kerugian Negara Rp1,3 Miliar, Kasus Kades Kepohagung Tuban Masuk Babak Baru
Salwa, Perenang Cilik Asal Tuban Juara Jawa Timur, Kini Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara
Penurunan Kualitas Gedung Baru Puskesmas Merakurak Perlu Uji Teknis, DPRD Tuban Siap Turun
Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 20:35 WIB

Diduga Kurang Konsentrasi, Dump Truck Tabrak Truk Tronton di Bancar Tuban

Senin, 6 Juli 2026 - 20:24 WIB

Di Tengah Kritik DPRD, Pemkab Tuban Tetap Anggarkan Hampir Rp50 Miliar untuk Dua RTH

Senin, 6 Juli 2026 - 16:37 WIB

Ledakan di Electrical Room PT SIG Tuban, Seorang Pekerja Dilarikan ke Rumah Sakit

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:01 WIB

Audit Kerugian Negara Rp1,3 Miliar, Kasus Kades Kepohagung Tuban Masuk Babak Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:37 WIB

Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara

Berita Terbaru