Tuban – Dugaan kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban. Seorang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar setelah diduga terjadi ledakan pada instalasi listrik di area Electrical Room (ER), Senin (06/07/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun LiputanSatu.id, korban diketahui berinisial Sukarno, warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Korban diduga merupakan tenaga kerja alih daya dari PT Swabina yang bertugas sebagai helper.
Sejumlah sumber menyebut insiden bermula saat terjadi ledakan yang diduga berasal dari transformator (travo) listrik di ruang Electrical Room (ER). Korban yang berada di lokasi diduga tersambar arus listrik hingga mengalami luka bakar sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.
“Penyebabnya gara-gara travo di ER meledak,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sumber tersebut juga membenarkan bahwa korban langsung dilarikan ke rumah sakit usai kejadian.
“Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.
Dugaan Kronologi Berdasarkan Dokumen Internal
Informasi yang diterima tim investigasi LiputanSatu.id dari sumber internal mengungkap dugaan kronologi kejadian. Dalam dokumen tersebut disebutkan peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Electrical Room (ER) 27 kawasan operasional PT SIG Pabrik Tuban.
Sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama seorang rekan kerja dilaporkan tengah melaksanakan pekerjaan service switchgear MV dan transformator. Sepuluh menit kemudian, personel membuka penutup (cover) bagian depan untuk mengeluarkan drawout switchgear sebagai bagian dari tahapan pekerjaan.
Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 WIB, personel membuka penutup bagian belakang switchgear incoming 547FN09 untuk melakukan pemeriksaan pada busbar.
Berdasarkan dokumen tersebut, pada tahapan inilah diduga terjadi kekeliruan prosedur. Personel disebut melakukan pemasangan grounding pada peralatan yang diduga masih dalam kondisi bertegangan tanpa sepengetahuan maupun konfirmasi dari pengawas pekerjaan.
Tindakan tersebut diduga memicu terjadinya arc flash yang menyebabkan hubungan arus pendek (short circuit). Akibatnya, switchgear incoming 547 dan busbar dilaporkan mengalami kerusakan dengan kondisi gosong. Gangguan tersebut juga disebut berdampak pada padamnya Gardu Induk Tuban 4.
Korban Mengalami Luka Bakar
Akibat insiden tersebut, Sukarno dilaporkan mengalami luka bakar yang dalam dokumen internal diperkirakan mencapai sekitar 25 persen pada bagian tubuhnya.
Korban kemudian dievakuasi ke IGD RSUD NU Tuban untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi terakhir dalam dokumen menyebutkan korban dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan oleh tim dokter.
Dokumen itu juga mencatat korban telah menggunakan perlengkapan pelindung diri (APD) wajib berupa helm keselamatan, pakaian kerja, rompi, sepatu boots, safety glasses, dan masker.
Namun demikian, korban disebut tidak mengenakan arc flash suit, yakni pakaian pelindung khusus yang lazim digunakan saat menangani pekerjaan pada instalasi listrik bertegangan tinggi.
Selain itu, evaluasi awal internal turut mencantumkan adanya dugaan unsafe action, yakni personel diduga melakukan pemasangan grounding pada titik yang keliru atas inisiatif sendiri tanpa terlebih dahulu berkoordinasi maupun memperoleh persetujuan dari pengawas pekerjaan.
Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan hasil evaluasi awal internal dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti insiden.
Polisi Masih Melakukan Pengecekan
Sementara itu, Kapolsek Kerek, Iptu Kastur, mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan kecelakaan kerja tersebut.
“Kami hingga saat ini belum menerima informasi maupun laporan terkait peristiwa itu. Kami juga belum bisa memastikan lokasi kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Kerek atau wilayah hukum lain. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, silakan dikonfirmasi juga kepada pihak perusahaan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobbi Wirawan Wicaksono Elsam, menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Coba saya cek dulu ya, Mas,” ujarnya singkat.
SIG Belum Berikan Keterangan Resmi
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kecelakaan kerja tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan LiputanSatu.id kepada Senior Manager Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, melalui pesan WhatsApp juga belum memperoleh tanggapan.
Belum adanya penjelasan resmi dari perusahaan membuat penyebab pasti insiden masih menunggu hasil penyelidikan dan klarifikasi dari pihak berwenang. Dugaan kecelakaan kerja di lingkungan industri berisiko tinggi juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kepatuhan terhadap prosedur operasional, sistem pengawasan, serta transparansi penanganan insiden di lingkungan kerja. (Aj)












