Sekolah Rakyat Siap Wujudkan Generasi Emas 2045

- Reporter

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh,(Dok: Kementrian Sosial).

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh,(Dok: Kementrian Sosial).

Surabaya– Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah bukan sekadar inisiatif pendidikan, tetapi juga langkah strategis membangun karakter dan rasa percaya diri bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Dalam Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa Jawa Timur 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (09/03/2025) malam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 sekaligus Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menegaskan bahwa nama “Sekolah Rakyat” dipilih bukan untuk merendahkan, melainkan untuk menanamkan tekad maju pada anak-anak kurang mampu.

“Mereka harus berani berkata: ‘Saya memang miskin, tetapi saya ingin maju.’ Ini adalah pendidikan yang membentuk mental kuat dan optimisme,” ujar M. Nuh.

Sekolah Rakyat akan menggunakan sistem asrama (boarding school) yang dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter dan membangun kepercayaan diri dibandingkan sekolah biasa. Menurut M. Nuh, anak-anak dari keluarga miskin sering mengalami inferiority complex atau rasa rendah diri, yang dapat menghambat perkembangan mereka.

“Kita butuh pendekatan khusus agar mereka memiliki kepercayaan diri tinggi. Model sekolah biasa mungkin kurang efektif dalam membangun karakter seperti ini,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, Sekolah Rakyat akan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Dengan durasi pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi selama 16 tahun, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi generasi yang siap bersaing secara global.

“Momentum ini sangat tepat. Jika kita tidak mulai sekarang, kita akan semakin tertinggal,” tegas M. Nuh.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata bagi pendidikan anak-anak miskin dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.(Ron)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee