Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo: Ribuan Santri Tumpah Ruah Rayakan Tradisi Nasi Tabheg Bersama

- Reporter

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Nasi Tabheg dalam perayaan Hari Santri Nasional di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Tradisi Nasi Tabheg dalam perayaan Hari Santri Nasional di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Suasana haru dan khidmat menyelimuti peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Situbondo, Rabu (22/10/2025).
Ribuan santri memadati area Alun-alun Situbondo, mengikuti apel akbar yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi makan Nasi Tabheg bersama — sebuah warisan khas pesantren yang sarat makna kebersamaan dan kesederhanaan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dan duduk lesehan bersama para santri menikmati nasi gulung ala santri di sepanjang Jalan KHR As’ad Syamsul Arifin.
Kebersamaan itu menjelma menjadi simbol nyata semangat persaudaraan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat Situbondo.

Santri Garda Terdepan Ketahanan Bangsa

Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan pesan penuh makna tentang peran santri dalam perjalanan bangsa.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa santri bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan ketahanan nasional melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.
“Santri telah menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan bangsa. Kini tugas kita adalah menjadikan santri pelopor kemajuan tanpa kehilangan akhlak dan adab yang menjadi jati diri santri sejati,” ujar Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi.
Ia juga mengingatkan agar santri masa kini melek teknologi, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan mandiri, namun tetap berpegang teguh pada nilai keislaman dan kebangsaan.

Nasi Tabheg: Simbol Kesederhanaan dan Syukur

Usai apel, ribuan santri bersama pejabat daerah berbaur menikmati Nasi Tabheg — nasi gulung khas Situbondo yang dibungkus daun pisang dan dikukus agar tahan lama.
Hidangan sederhana itu disantap bersama lauk tempe kering, telur dadar, ikan asin, dan sambal, menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan warga Situbondo.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa Nasi Tabheg bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan warisan budaya santri yang sarat filosofi hidup.
“Dulu, Nasi Tabheg adalah bekal para santri ketika menempuh perjalanan jauh menuju pesantren. Lewat tradisi ini, kita belajar tentang kesederhanaan, keikhlasan, dan makna kebersamaan,” tutur Mas Rio.
Ia menegaskan bahwa nilai yang terkandung dalam tradisi ini sejalan dengan semangat Hari Santri: hidup sederhana, mandiri, dan bersyukur dalam setiap keadaan.
“Kebahagiaan sejati tidak datang dari kemewahan, tetapi dari rasa syukur dan kebersamaan. Itulah nilai yang ingin kita hidupkan lewat Hari Santri ini,” imbuhnya.

Sinergi Pemerintah dan Pesantren Bangun Kabupaten Santri

Kegiatan makan Nasi Tabheg bersama menjadi puncak kemeriahan Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo.
Tak hanya menjadi perayaan spiritual, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius, berdaya saing, dan berkarakter.
“Kami ingin menjadikan Situbondo sebagai kabupaten santri yang religius, berdaya saing, dan berkarakter. Tradisi seperti ini adalah identitas yang harus kita jaga bersama,” pungkas Mas Rio.

Makna “Jihad Santri Jayakan Negeri”

Dengan mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri,” peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo menjadi lebih dari sekadar seremoni.
Ia adalah peneguhan tekad ribuan santri untuk terus meneladani keikhlasan para kiai, menjaga kesederhanaan hidup, dan menebar keberkahan bagi negeri.
Melalui perpaduan nilai religius, budaya, dan kebersamaan, Situbondo menegaskan diri sebagai daerah santri yang menjunjung tradisi, namun tetap melangkah maju menghadapi tantangan zaman. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh
Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek
Kapolres Tuban Baru Tahu Ada Tiga Korban, Kasus Perundungan Siswa Naik Penyidikan
Empat Pemuda Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Kenduruan Tuban
Peringatan Hari Otda ke-30, Situbondo Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita
Julukan “Bugiman” Ramai di Medsos, Anggaran Taman dan Jalan Rusak di Tuban Jadi Sorotan
Budidaya Melon Greenhouse: SIG Tuban Siapkan Karyawan Pensiun Produktif
Viral Polisi Pukul Driver Ojol di Situbondo, Propam Pastikan Bukan karena Perselingkuhan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:33 WIB

Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh

Rabu, 29 April 2026 - 17:46 WIB

Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

Kapolres Tuban Baru Tahu Ada Tiga Korban, Kasus Perundungan Siswa Naik Penyidikan

Senin, 27 April 2026 - 16:03 WIB

Empat Pemuda Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Kenduruan Tuban

Senin, 27 April 2026 - 13:04 WIB

Peringatan Hari Otda ke-30, Situbondo Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id