Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Jelang Muktamar NU ke-35, Peta Koalisi dan Kekuatan Suara Mulai Mengemuka

- Reporter

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Ist).

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Ist).

Jawa Timur — Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung pada Agustus 2026, dinamika internal mulai menunjukkan arah yang semakin jelas. Sejumlah figur dan kelompok menguat, di tengah mengemukanya peta koalisi dan kalkulasi kekuatan suara.

Analisis terkait dinamika tersebut disampaikan oleh HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, kiai kampung yang mencermati langsung perkembangan kontestasi menjelang forum tertinggi organisasi itu.

Menurut dia, pola kontestasi Muktamar kali ini mulai mengarah pada pembentukan pasangan tidak resmi antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam.

“Pola kontestasi semakin terang dibaca dalam format berpasangan, meskipun secara formal Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA),” tulis Khalilur dalam analisisnya.

Figur dan Poros Kekuatan

Ketua Umum petahana disebut tengah mencari figur Rais Aam yang dapat memperkuat legitimasi.

Sementara itu, Rais Aam petahana bersama Sekjen berada dalam konfigurasi tersendiri dengan agenda mencari calon Ketua Umum.

Nama Menteri Agama juga disebut masuk dalam peta kontestasi dan tengah menjajaki pasangan.

Di sisi lain, jaringan (PKB) dan IKA PMII dinilai sebagai kekuatan signifikan, dengan dukungan terhadap untuk posisi Rais Aam.

Hitung-hitungan Suara

Dalam analisanya, Khalilur memperkirakan jaringan PKB–IKA PMII memiliki sekitar 250 suara, sementara jaringan yang beririsan dengan Kementerian Agama sekitar 130 suara.

Adapun kubu petahana masing-masing memiliki sekitar 100 suara, dengan sekitar 70–80 suara masih mengambang.

“Jika dua kekuatan besar ini berpadu, maka potensi suara bisa mencapai sekitar 400 suara,” tulisnya.

Koalisi Jadi Penentu

Menurut dia, kunci utama Muktamar kali ini terletak pada kemungkinan kompromi politik antarporos.

Salah satu skenario yang muncul adalah kemungkinan dukungan terhadap Nazaruddin Umar sebagai Ketua Umum, dengan pasangan sebagai Rais Aam.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dinamika NU kerap berubah hingga menjelang pelaksanaan muktamar.

Sorotan Kemandirian NU

Selain soal peta kekuatan, Khalilur juga menyoroti pentingnya menjaga independensi organisasi dari intervensi kekuasaan.

“Muktamar ke-35 tidak boleh mengulang pengalaman buruk ketika intervensi kekuasaan masuk dan merusak kemandirian organisasi,” tulisnya.

Ia menilai, arah kepemimpinan NU ke depan akan sangat ditentukan oleh hasil Muktamar tersebut.

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Gandeng Perusahaan Jepang, SBI Perkenalkan Teknologi Penguat Tanah Lunak CLEAN SET
Viral Langgar TKA, SMKN 1 Tuban : Itu Hanya Flayer Ucapan
Pendar PJU di Tuban Bak Lampu Disko
Anggaran 2027 Tuban Dipangkas Rp300 Miliar
HMI Geruduk Disdik Tuban, Desak Penanganan Kasus Dana BOS, dan Jabatan Kepsek
Bupati Lindra: Pantai Boom Akan Ditata Ulang 2027
Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?
Luapkan Kekesalan Aliansi Petani-Nelayan Tuban Lempar Telur di Depan Pemkab

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Perusahaan Jepang, SBI Perkenalkan Teknologi Penguat Tanah Lunak CLEAN SET

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

Viral Langgar TKA, SMKN 1 Tuban : Itu Hanya Flayer Ucapan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Pendar PJU di Tuban Bak Lampu Disko

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran 2027 Tuban Dipangkas Rp300 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:05 WIB

HMI Geruduk Disdik Tuban, Desak Penanganan Kasus Dana BOS, dan Jabatan Kepsek

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu