Mas Rio Pastikan Dana Rp54 Miliar untuk Rehabilitasi Sekolah Tak Jadi “Bancakan”

- Reporter

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) memberikan arahan kepada para kepala sekolah se-Kabupaten Situbondo dalam kegiatan sosialisasi di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (24/10/2025), (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) memberikan arahan kepada para kepala sekolah se-Kabupaten Situbondo dalam kegiatan sosialisasi di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (24/10/2025), (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Kabupaten Situbondo. Setelah perjuangan panjang, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio berhasil mengamankan bantuan senilai Rp54 miliar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI untuk program rehabilitasi bangunan sekolah tahun 2025.
Namun, di balik kabar menggembirakan tersebut, Mas Rio memberi peringatan tegas agar dana tersebut tidak disalahgunakan.
“Jangan sampai bantuan ini jadi bancakan. Kalau sampai ada yang bermain, saya sendiri yang akan melaporkan!” tegas Mas Rio saat memberikan arahan kepada para kepala sekolah penerima bantuan di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (24/10/2025).

Pendidikan Jadi Prioritas

Mas Rio menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah daerah, bukan hanya diukur dari kualitas pengajaran, tetapi juga dari kenyamanan dan kelayakan fasilitas sekolah.
“Kalau infrastrukturnya rusak, bagaimana siswa mau nyaman belajar? Karena itu, rehabilitasi sekolah ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Situbondo,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan perjuangan berat yang ia tempuh hingga akhirnya bantuan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat.
“Saya perjuangkan langsung ke kementerian. Alhamdulillah, hasilnya Rp54 miliar untuk Situbondo. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Jadi gunakan dengan penuh tanggung jawab,” tandasnya.

Bupati Siap Kawal dan Tindak Tegas Pelanggaran

Bupati yang dikenal vokal terhadap isu integritas itu menegaskan, dirinya akan mengawal langsung proses pelaksanaan program rehabilitasi sekolah agar berjalan bersih dan transparan.
“Kalau ada guru atau kepala sekolah yang main, laporkan ke saya. Kalau tidak, saya sendiri yang akan bertindak. Termasuk kalau ada gangguan dari luar,” tegasnya.

89 Sekolah Terima Bantuan Tahap Pertama

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Sopan Efendi, menjelaskan bahwa total ada 89 lembaga pendidikan yang menerima bantuan rehabilitasi tahap pertama tahun ini.
“Terdiri dari 71 Sekolah Dasar (SD) dan 18 Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta,” jelas Sopan.
Dari total 364 sekolah yang membutuhkan perbaikan, bantuan tahap pertama ini diharapkan menjadi langkah awal pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan di seluruh Situbondo.
“Dana ini hasil perjuangan Bupati, jadi harus digunakan sebaik mungkin. Pengawasannya dilakukan langsung oleh Bupati dan juga tim dari Kemendikbud melalui survei lapangan,” tambahnya.

Transparansi dan Kenyamanan Belajar Jadi Fokus

Sopan menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif.
“Dengan transparansi dan tanggung jawab bersama, kita ingin tak ada lagi sekolah rusak parah di Situbondo. Semua demi anak-anak kita,” ujarnya.

Bantuan senilai Rp54 miliar ini menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun masa depan pendidikan Situbondo. Dengan pengawasan ketat Bupati Mas Rio dan dukungan penuh Kemendikbudristek, diharapkan ke depan tak ada lagi sekolah rusak, sehingga para siswa  dapat belajar dengan lebih nyaman dan produktif. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee