Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

ASN Tuban Dibebani Verval Tanpa Insentif, Klaim Tak Ganggu Layanan Dipertanyakan

- Reporter

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi  sejumlah ASN melakukan tugas tambahan berupaya verval yang dilakukan diselah2 jam tugas, (liputansatu.id).

Ilustrasi sejumlah ASN melakukan tugas tambahan berupaya verval yang dilakukan diselah2 jam tugas, (liputansatu.id).

Tuban – Instruksi Bupati Tuban kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan tugas verifikasi dan validasi (verval) menuai sorotan. Sebelumnya, pemerintah mengklaim kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan cerita berbeda.
Sejumlah ASN mengaku keberatan, tetapi memilih diam. Bukan tanpa alasan—ada kekhawatiran terhadap sanksi hingga mutasi jika berani menyuarakan protes.

Verval Dianggap Bukan Tupoksi ASN, Guru Ikut Terbebani

Salah seorang guru di Kecamatan Semanding mengungkapkan bahwa sosialisasi verval memang telah dilakukan. Namun, pemahaman di lapangan masih belum merata.
“Persepsi antar daerah berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menilai tugas tersebut kurang relevan dengan fungsi utama sebagai tenaga pendidik. Terlebih, guru memiliki beban kerja tambahan di luar jam sekolah.
“Kurang sesuai dengan tupoksi guru. Setelah pulang, masih harus menyiapkan materi dan mengoreksi tugas siswa,” tambahnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa tugas tersebut tidak difokuskan pada instansi yang lebih relevan, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) atau perangkat desa.

Waktu Istirahat Terganggu, Bahkan Ada yang Ambil Cuti

Meski tidak mengganggu jam kerja formal, verval disebut menggerus waktu istirahat ASN. Bahkan, ada ASN yang harus mengerjakan tugas tersebut di hari libur, hingga mengajukan cuti.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa kebijakan tersebut secara tidak langsung membebani ASN di luar kewajiban utama mereka.

Validitas Data Diragukan, Berpotensi Jadi Bumerang

Selain beban kerja, persoalan validitas data juga menjadi sorotan. ASN yang terlibat mengaku tidak bisa menjamin keakuratan jawaban dari masyarakat.
“Tidak bisa 100 persen dijamin. Masih banyak yang mengaku miskin atau tidak mampu,” ungkapnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan bias data. Terlebih, dalam waktu dekat akan ada sensus ekonomi oleh BPS pada Juni hingga Agustus. Tumpang tindih kegiatan ini dikhawatirkan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Tanpa Insentif, Tekanan ASN Kian Meningkat

Yang menjadi sorotan utama adalah tidak adanya insentif tambahan bagi ASN yang menjalankan tugas verval. Padahal, beban kerja bertambah dan waktu pribadi berkurang.
Seorang ASN lainnya menyampaikan harapannya agar masyarakat memberikan data yang jujur, meski ia sendiri mengakui adanya potensi ketidaksesuaian.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah pusat yang mendorong work from home (WFH) untuk efisiensi energi justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. ASN malah mendapat tambahan tugas tanpa kompensasi.

Pemkab: Verval Adalah Tugas Tambahan, Bukan Sukarela

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban, Arif Handoyo, menegaskan bahwa verval merupakan tugas tambahan yang melekat pada ASN.
“Tugas tambahan dalam tupoksi ASN itu bukan sukarela,” ujarnya.
Namun, saat ditanya terkait insentif tambahan, pihaknya tidak memberikan jawaban.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah kebijakan verval benar-benar tidak mengganggu kinerja ASN, atau justru menjadi beban terselubung yang tidak diakui secara terbuka?
Di tengah tuntutan efisiensi dan peningkatan layanan publik, ASN justru berada dalam posisi dilematis—menjalankan perintah tanpa ruang untuk bersuara. (Az)

Berita Terkait

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”
AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal
Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting
Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem
Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot
Proyek Taman (RTH) Rp58 Miliar Disorot DPRD Tuban, Jalan Rawan Kecelakaan Dinilai Lebih Mendesak
840 Tabung LPG Menuju Pati: Ada Dugaan Jaringan Besar di Balik Kasus Tuban?
Kinerja Moncer, Polres Tuban Raih Penghargaan Penanganan Perkara dan Ops Pekat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”

Jumat, 10 April 2026 - 19:50 WIB

AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal

Jumat, 10 April 2026 - 18:03 WIB

Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting

Kamis, 9 April 2026 - 19:43 WIB

Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem

Kamis, 9 April 2026 - 19:29 WIB

Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id