Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Bea Cukai Tingkatkan Penindakan Pelanggaran Kepabeanan pada 2024, Kasus Naik Dua Kali Lipat

- Reporter

Rabu, 18 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jendral Bea dan Cukai, Askolani,(Ist).

Direktur Jendral Bea dan Cukai, Askolani,(Ist).

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melaporkan peningkatan signifikan dalam penindakan pelanggaran kepabeanan pada 2024. Sepanjang tahun ini, telah tercatat 2.142 kasus pelanggaran, naik drastis dibandingkan dengan 1.005 kasus pada 2023.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, menjelaskan bahwa dari total tersebut, 2.048 kasus merupakan pelanggaran impor, sedangkan 94 kasus adalah pelanggaran ekspor.

“Jumlah penindakan ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Ini mencerminkan langkah tegas kami dalam menjaga kepabeanan,” ungkap Askolani di Tempat Penimbunan Sementara Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta (18/12/2024).

Pelanggaran Larangan dan Pembatasan di Bea Cukai Meningkat
Selain itu, Askolani menyebutkan bahwa pihaknya menemukan 1.198 kasus pelanggaran terkait larangan dan pembatasan (lartas) pada 2024. Angka ini melonjak tajam dibandingkan hanya 248 kasus pada 2023.

Baca juga: Dirjen Bea Cukai Bersama Polda Jatim Amankan Ribuan Karton Miras Ilegal

Penggunaan Teknologi Pemindai untuk Efisiensi dan Keamanan
Untuk meningkatkan pengawasan, Bea Cukai telah mengoperasikan 10 alat pemindai peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Teknologi ini berfungsi mendeteksi barang-barang terlarang, seperti narkotika dan limbah berbahaya, sekaligus meningkatkan efisiensi proses logistik nasional.

“Pemindai ini memungkinkan pemeriksaan lebih transparan dan akurat. Semua isi dalam kontainer, termasuk bentuk barang, limbah, hingga narkotika, dapat terdeteksi lebih cepat dan efisien,” kata Askolani.

Penggunaan alat ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah masuknya barang ilegal, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi nasional. Dengan memperketat pengawasan, potensi pelanggaran impor dan ekspor yang dapat mengganggu perekonomian bisa diminimalkan.

Dampak Positif pada Ekonomi
Askolani berharap efisiensi sistem logistik ini dapat mendorong peningkatan volume ekspor dan impor. “Jika ekspor dan impor meningkat, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan terasa. Investasi bertambah, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia akan semakin besar,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Anggaran Capai Rp 13 Miliar, Gedung Baru PN Tuban Tak Kunjung Difungsikan
RDP DPRD Situbondo Bongkar Polemik Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005
Sekolah Akui Lalai, Kasus Perundungan di SMP Tuban Coreng Predikat Kabupaten Layak Anak
Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma
Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara
Kasus 840 Tabung Masih Misterius, LPG Ilegal Kembali Muncul di Tuban
Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban
216 Tabung LPG 3 Kg Diamankan di Tuban, Polisi Bongkar Dugaan Pelanggaran Distribusi

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:16 WIB

Anggaran Capai Rp 13 Miliar, Gedung Baru PN Tuban Tak Kunjung Difungsikan

Senin, 20 April 2026 - 19:59 WIB

RDP DPRD Situbondo Bongkar Polemik Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005

Senin, 20 April 2026 - 11:44 WIB

Sekolah Akui Lalai, Kasus Perundungan di SMP Tuban Coreng Predikat Kabupaten Layak Anak

Jumat, 17 April 2026 - 14:45 WIB

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 April 2026 - 14:22 WIB

Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

Berita Terbaru

Lokasi kecelakaan di Jalan Merakurak Kerek Tuban tepatnya di Desa Sumberarum menewaskan pekerja PT Semen Indonesia Group,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Tragis! Pekerja PT Semen Indonesia Tewas Tertabrak Pickup

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:34 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id