BMKG Juanda: Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 29 Desember 2024

- Reporter

Kamis, 26 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/ Mendung di wilayah kota Surabaya,(Ist).

Ilustrasi/ Mendung di wilayah kota Surabaya,(Ist).

SURABAYA, JATIM – Menjelang akhir tahun, BMKG Juanda mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur hingga 29 Desember 2024. Fenomena hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, hingga hujan es, berpotensi terjadi akibat peningkatan aktivitas atmosfer.

“Perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan deras, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es hingga 29 Desember 2024,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Kamis (26/12/2024).

Peringatan BMKG Juanda ini mencakup seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya:

Wilayah Barat dan Tengah: Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Kota dan Kabupaten Madiun, Trenggalek, Tulungagung, serta Nganjuk.

Wilayah Selatan dan Timur: Kota dan Kabupaten Kediri, Jombang, Lamongan, Blitar, Mojokerto, Gresik, Kota Batu, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang.

Wilayah Timur Laut dan Madura: Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, serta Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Jawa Timur saat ini berada di puncak musim hujan. Fenomena atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby, yang melintasi wilayah ini, memicu peningkatan aktivitas awan hujan. Selain itu, dorongan massa udara dingin dari Asia semakin memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Baca juga: Hujan Lebat Picu Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Perketat Pengelolaan Pintu Air

Dampak Cuaca Ekstrem
BMKG Juanda mengimbau masyarakat, terutama di wilayah dengan topografi curam seperti pegunungan dan tebing, untuk waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta gangguan jarak pandang.

“Diperlukan kewaspadaan ekstra terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di daerah rawan bencana,” tambah Taufiq.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Imbau Masyarakat Jawa Timur Antisipasi Dampak Banjir

Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem

  1. Pantau informasi cuaca: Selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca resmi dari BMKG.
  2. Siapkan perlengkapan darurat: Termasuk jas hujan, lampu senter, dan obat-obatan.
  3. Waspadai lingkungan sekitar: Hindari daerah rawan banjir, longsor, atau pohon besar saat terjadi hujan deras.
  4. Laporkan kejadian darurat: Segera hubungi pihak berwenang jika menemukan situasi berbahaya.

Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan selama periode cuaca ekstrem ini.

Info BMKG:

  • https://www.bmkg.go.id/
  • https://warning.bmkg.go.id/
  • @infoBMKG

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB