Bocah 12 Tahun di Tuban Tewas Tenggelam Saat Menolong Teman yang Terseret Arus

- Reporter

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis, kepolisian, dan keluarga berada di ruang pemeriksaan RSUD Bojonegoro saat proses pemeriksaan luar terhadap jenazah YAK (12), bocah asal Kecamatan Parengan, Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Petugas medis, kepolisian, dan keluarga berada di ruang pemeriksaan RSUD Bojonegoro saat proses pemeriksaan luar terhadap jenazah YAK (12), bocah asal Kecamatan Parengan, Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Niat mulia seorang bocah untuk menyelamatkan temannya yang terseret arus sungai berakhir tragis. YAK (12), warga Dusun Alastuwo, Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kalikening, Desa Margorejo, Kecamatan Parengan, Rabu (24/06/2026).
Korban kehilangan nyawa saat berusaha menolong rekannya yang lebih dulu terseret arus ketika mandi di sungai bersama teman-temannya pada masa libur sekolah.

Berawal dari Aktivitas Memancing Saat Liburan Sekolah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama empat temannya menghabiskan waktu libur sekolah dengan memancing di Sungai Kalikening.
Sekitar pukul 13.00 WIB, kelima anak tersebut tiba di lokasi dan mulai memancing di tepian sungai. Aktivitas itu berlangsung sekitar satu jam sebelum mereka memutuskan untuk berenang karena cuaca yang cukup panas.
Awalnya suasana berlangsung normal dan penuh keceriaan. Namun kondisi berubah menjadi kepanikan ketika salah satu anak, MIU (10), tiba-tiba terseret arus sungai dan mulai tenggelam.

Korban Berusaha Menyelamatkan Teman

Melihat rekannya berada dalam bahaya, YAK tanpa ragu berusaha memberikan pertolongan. Bocah berusia 12 tahun itu berupaya mendekati dan menyelamatkan MIU yang sedang berjuang melawan derasnya arus.
Namun nahas, upaya penyelamatan tersebut justru membuat korban ikut terseret arus sungai hingga tenggelam.
Melihat dua rekannya dalam kondisi berbahaya, JA (14) dan DP (13) berusaha memberikan bantuan. Setelah berjuang beberapa saat, mereka berhasil menyelamatkan MIU.
Sayangnya, YAK tidak berhasil diselamatkan dan hilang di dalam sungai.

Warga dan Perangkat Desa Lakukan Pencarian

Setelah kehilangan jejak korban, DP segera berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar dan perangkat Desa Margorejo.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian bersama di lokasi kejadian. Warga bersama aparat desa menyisir area sungai untuk menemukan korban yang tenggelam.
Upaya pencarian berlangsung cukup intensif mengingat korban terakhir terlihat tenggelam di bagian sungai yang memiliki kedalaman tertentu.

Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Kapolsek Parengan, IPTU Ramelan, mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar 30 menit setelah proses pencarian dilakukan.
“Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dasar sungai. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan medis luar guna memastikan penyebab kematian.

Hasil Pemeriksaan Pastikan Korban Meninggal Karena Tenggelam

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan tersebut memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam saat berusaha menolong temannya yang terseret arus sungai.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal dunia karena tenggelam,” ungkap IPTU Ramelan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tragis yang menimpa YAK menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama selama masa libur sekolah.
Sungai, waduk, embung, maupun perairan terbuka lainnya kerap menjadi lokasi bermain favorit anak-anak. Namun tanpa pengawasan yang memadai, aktivitas tersebut dapat berisiko menimbulkan kecelakaan yang berujung fatal. (Az)

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
DLH-P Tuban Minta Pengusaha Tambang Bertanggung Jawab Perbaiki Jalan Desa Kepohagung
LSM BADAK Soroti SILPA Rp477 Miliar, DPRD Tulungagung Akui Hanya Terima Laporan Administrasi
Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Mogok Kerja Massal
DLHP Tuban Sebut Dugaan Limbah Tak Ditemukan, Air Laut Jenu Justru Kembali Keruh

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:51 WIB

DLH-P Tuban Minta Pengusaha Tambang Bertanggung Jawab Perbaiki Jalan Desa Kepohagung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:01 WIB

LSM BADAK Soroti SILPA Rp477 Miliar, DPRD Tulungagung Akui Hanya Terima Laporan Administrasi

Berita Terbaru