BPBD Tuban Gunakan Alat Berat untuk Bersihkan Lumpur Banjir di Kecamatan Rengel

- Reporter

Minggu, 5 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mebersikan sisa material banjir menggunakan ekskavator,(Ist).

Petugas mebersikan sisa material banjir menggunakan ekskavator,(Ist).

TUBAN JATIM – BPBD Tuban mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material lumpur sisa banjir yang menutupi jalanan di Kecamatan Rengel. Proses pembersihan ini melibatkan sinergi dengan TNI dan Polri, serta dilakukan siang hari untuk memulihkan akses jalan yang terdampak banjir bandang.

Satu unit ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk mengangkut lumpur tanah merah yang terbawa air dari pegunungan ke dataran rendah di Desa Rengel. Selain alat berat, petugas gabungan juga bekerja secara manual dengan cangkul dan sekop untuk mengangkat lumpur.

“Saking banyaknya lumpur, khususnya di depan Pasar Rengel,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, Minggu (5/1/2025).

Warga dan Petugas Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum

Tak hanya petugas gabungan, warga yang rumahnya terdampak juga terlihat membersihkan halaman dan teras dengan menyiram air serta menggunakan sekop dan sapu. Proses serupa berlangsung di dua sekolah di Kecamatan Rengel, yakni SD dan SMP. Guru, siswa, serta petugas BPBD, Damkar, Tagana, hingga Banser bahu-membahu membersihkan lumpur yang mencapai ketebalan 10-20 sentimeter di ruang kelas dan halaman sekolah.

“Air sungai meluap hingga masuk ke dalam kelas, ditambah banyaknya sampah yang terbawa arus, membuat kondisi semakin parah,” jelas Kepala SMPN 1 Rengel, Bambang Iswanto. Ia juga menyebutkan bahwa jembatan di wilayah tersebut tidak mampu menahan debit air yang sangat tinggi.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Tuban, Lalu Lintas Lumpuh

Baca juga: Banjir Bandang di Tuban Rendam Sekolah dan Rusak Rumah Warga

Kerusakan Akibat Banjir

Selain lumpur yang menumpuk, bangku-bangku kelas tampak berserakan akibat genangan air. Salah satu rumah warga milik Joko bahkan rusak setelah pagar sekolah yang berada di dekatnya roboh diterjang banjir.

Kondisi ini menggarisbawahi perlunya upaya mitigasi, termasuk perbaikan saluran air dan pengelolaan sampah, untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee