Cuaca Tak Menentu, Bagaimana Kondisi Perairan Tuban? Simak Penjelasan Syahbandar

- Reporter

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak kapal nelayan bersandar di TPI Keradenan, Palang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tampak kapal nelayan bersandar di TPI Keradenan, Palang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Cuaca di wilayah daratan Kabupaten Tuban dalam beberapa hari terakhir tampak tidak menentu. Kadang hujan turun deras disertai angin, lalu tiba-tiba panas terik menyengat. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berdampak besar terhadap aktivitas pelayaran di perairan Tuban.
Berdasarkan pantauan Syahbandar Tanjung Pakis, tinggi gelombang laut masih relatif rendah dan aman. Gelombang rata-rata berada di kisaran 0,2 hingga 0,5 meter, jauh di bawah ambang batas yang dianggap berisiko untuk pelayaran.
“Melihat perkiraan tinggi gelombang masih sangat aman untuk pelayaran,” ujar Boby, Syahbandar Tanjung Pakis, kepada LiputanSatu.id, Sabtu (01/11/2025).
Dengan kondisi tersebut, kegiatan kapal nelayan maupun kapal niaga di sekitar perairan Tuban masih bisa berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Pemantauan Cuaca Real-Time Lewat Sistem MCC

Untuk memastikan keselamatan pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis telah mengoperasikan Maritime Coordination Center (MCC) — sebuah sistem pemantauan digital yang terintegrasi dengan data cuaca, arah angin, tinggi gelombang, dan komunikasi radio kapal.
Sistem ini memungkinkan petugas Syahbandar melakukan pengawasan dan komunikasi secara real-time dengan kapal-kapal yang sedang berlayar di perairan sekitar.
“Jadi dengan MCC kita bisa berkomunikasi langsung apabila ada perubahan cuaca secara tiba-tiba,” jelas Boby.
Keberadaan MCC menjadi bagian dari strategi KSOP dalam meningkatkan layanan keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan laut, khususnya di masa perubahan cuaca ekstrem yang sering tak terduga.

KSOP Siagakan Kapal Patroli dan Tim Tanggap Darurat

Selain mengandalkan sistem pemantauan, KSOP Tanjung Pakis juga menyiagakan kapal patroli yang siap diterjunkan kapan saja apabila terjadi keadaan darurat di laut.
Kapal ini berfungsi untuk membantu proses evakuasi, memberikan bantuan teknis, hingga melakukan pengawasan di jalur pelayaran padat yang kerap dilalui nelayan dan kapal pengangkut logistik.
“Langkah ini untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa pelabuhan, terutama para nelayan tradisional yang kadang masih mengandalkan pengalaman ketimbang data cuaca,” imbuhnya.

Imbauan untuk Nelayan dan Pengguna Jalur Laut

Syahbandar Tanjung Pakis juga memberikan imbauan khusus kepada para nelayan dan pengguna jalur laut agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru dari sumber resmi seperti BMKG dan KSOP.
Ia menegaskan pentingnya membawa peralatan keselamatan seperti pelampung, alat komunikasi, dan penerangan cadangan setiap kali berlayar.
“Jangan memaksa melaut ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Boby.

Laut Aman, Ekonomi Nelayan Tetap Bergerak

Kondisi gelombang laut yang tenang diharapkan dapat menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan di wilayah Tanjung Pakis, Jenu, dan Palang yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.
Dengan cuaca yang relatif bersahabat, mereka masih bisa melaut tanpa gangguan berarti, meski tetap diminta waspada terhadap perubahan kondisi alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee