Tuban – Cuaca di wilayah daratan Kabupaten Tuban dalam beberapa hari terakhir tampak tidak menentu. Kadang hujan turun deras disertai angin, lalu tiba-tiba panas terik menyengat. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berdampak besar terhadap aktivitas pelayaran di perairan Tuban.
Berdasarkan pantauan Syahbandar Tanjung Pakis, tinggi gelombang laut masih relatif rendah dan aman. Gelombang rata-rata berada di kisaran 0,2 hingga 0,5 meter, jauh di bawah ambang batas yang dianggap berisiko untuk pelayaran.
“Melihat perkiraan tinggi gelombang masih sangat aman untuk pelayaran,” ujar Boby, Syahbandar Tanjung Pakis, kepada LiputanSatu.id, Sabtu (01/11/2025).
Dengan kondisi tersebut, kegiatan kapal nelayan maupun kapal niaga di sekitar perairan Tuban masih bisa berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Pemantauan Cuaca Real-Time Lewat Sistem MCC
Untuk memastikan keselamatan pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis telah mengoperasikan Maritime Coordination Center (MCC) — sebuah sistem pemantauan digital yang terintegrasi dengan data cuaca, arah angin, tinggi gelombang, dan komunikasi radio kapal.
Sistem ini memungkinkan petugas Syahbandar melakukan pengawasan dan komunikasi secara real-time dengan kapal-kapal yang sedang berlayar di perairan sekitar.
“Jadi dengan MCC kita bisa berkomunikasi langsung apabila ada perubahan cuaca secara tiba-tiba,” jelas Boby.
Keberadaan MCC menjadi bagian dari strategi KSOP dalam meningkatkan layanan keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan laut, khususnya di masa perubahan cuaca ekstrem yang sering tak terduga.
KSOP Siagakan Kapal Patroli dan Tim Tanggap Darurat
Selain mengandalkan sistem pemantauan, KSOP Tanjung Pakis juga menyiagakan kapal patroli yang siap diterjunkan kapan saja apabila terjadi keadaan darurat di laut.
Kapal ini berfungsi untuk membantu proses evakuasi, memberikan bantuan teknis, hingga melakukan pengawasan di jalur pelayaran padat yang kerap dilalui nelayan dan kapal pengangkut logistik.
“Langkah ini untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa pelabuhan, terutama para nelayan tradisional yang kadang masih mengandalkan pengalaman ketimbang data cuaca,” imbuhnya.
Imbauan untuk Nelayan dan Pengguna Jalur Laut
Syahbandar Tanjung Pakis juga memberikan imbauan khusus kepada para nelayan dan pengguna jalur laut agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru dari sumber resmi seperti BMKG dan KSOP.
Ia menegaskan pentingnya membawa peralatan keselamatan seperti pelampung, alat komunikasi, dan penerangan cadangan setiap kali berlayar.
“Jangan memaksa melaut ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Boby.
Laut Aman, Ekonomi Nelayan Tetap Bergerak
Kondisi gelombang laut yang tenang diharapkan dapat menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan di wilayah Tanjung Pakis, Jenu, dan Palang yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.
Dengan cuaca yang relatif bersahabat, mereka masih bisa melaut tanpa gangguan berarti, meski tetap diminta waspada terhadap perubahan kondisi alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (Az)
Editor : Kief












