Dari Batik Hingga Frozen Food, Diskopumdag Tuban Dorong UMKM Berdaya Saing

- Reporter

Jumat, 3 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Suasana Pelatihan Teknis UMKM yang digelar Diskopumdag Tuban pada 1–3 Oktober 2025, diikuti 80 pelaku usaha kecil dari berbagai bidang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) terus berupaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Teknis UMKM yang berlangsung di Hotel Charis Tuban, 1–3 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti 80 pelaku UMKM yang terbagi ke dalam dua bidang keterampilan, yakni kerajinan turunan batik dan produk olahan frozen food.

Lanjutan Program Manajerial UMKM

Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Tuban, Nindya Mawardhani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari program manajerial yang sebelumnya diikuti 100 peserta. Dari jumlah tersebut, 80 orang terpilih mengikuti tahap teknis.
“Peserta dibagi ke dalam dua kategori. Untuk batik, mereka diarahkan agar mampu menghasilkan produk turunan bernilai jual seperti udeng, kotak tisu, hingga bantal sofa. Sementara kategori frozen food difokuskan pada pemilihan bahan baku hingga teknik pengemasan dengan produk sesuai tren pasar, misalnya empek-empek, odeng, dan olahan seafood,” terang Nindya, Jumat (03/10/2025).

Seleksi Menuju UMKM Go Digital

Nindya menambahkan, setelah pelatihan teknis ini, peserta akan diseleksi kembali menjadi 60 orang untuk mengikuti tahap lanjutan. Tahap tersebut mencakup pemanfaatan teknologi informasi, standardisasi, hingga sertifikasi produk, sehingga produk UMKM Tuban dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Tujuan akhirnya adalah melahirkan UMKM yang benar-benar berdaya saing tinggi, inovatif, dan memiliki standar kualitas yang diakui. Dengan begitu, UMKM Tuban tidak hanya berkembang secara jumlah, tetapi juga bisa menjadi penopang utama perekonomian daerah,” ujarnya.

Harapan Pemkab Tuban

Pemkab Tuban menaruh harapan besar pada program berkelanjutan ini. Melalui pendampingan manajerial, pelatihan teknis, hingga sertifikasi, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional bahkan nasional.
UMKM Tuban yang bergerak di bidang batik maupun frozen food diharapkan menjadi contoh nyata produk lokal yang kreatif, berkualitas, serta memiliki daya tarik pasar.
“Kalau produk UMKM bisa konsisten menjaga mutu dan menyesuaikan tren, bukan tidak mungkin akan menjadi tulang punggung ekonomi Tuban,” pungkas Nindya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:02 WIB

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version