Dinsos Situbondo Dirikan Dapur Umum, Suplai 5.500 Nasi Bungkus untuk Korban Banjir

- Reporter

Minggu, 9 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur umum di Situbondo menyediakan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir, (Fia Rahma/LiputanSatu.id).

Dapur umum di Situbondo menyediakan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir, (Fia Rahma/LiputanSatu.id).

SITUBONDO, JATIM – Dinas Sosial (Dinsos) dan BPBD Kabupaten Situbondo meningkatkan kapasitas dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir. Saat ini, sebanyak 5.500 nasi bungkus disediakan setiap hari dari tiga dapur umum di Kendit, Bungatan, dan Mlandingan.

Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2.250 nasi bungkus per hari pada 5 Februari 2025.

Dapur Umum di Wilayah Terdampak

Kepala Dinsos Situbondo, Timbul Surjanto, menyatakan bahwa dapur umum mulai beroperasi sejak Selasa (4/2/2025). Hingga kini, jumlah nasi bungkus yang diproduksi per lokasi adalah:

Dapur Umum Kendit Raya (Rajekwesi, Tambak Ukir, Balai Desa Kendit): 1.950 nasi bungkus per hari

Dapur Umum Mlandingan: 3.000 nasi bungkus per hari (naik dari sebelumnya 1.500.

“Jumlahnya bertambah, awalnya sekali masak 1.500, sekarang menjadi 3.000 nasi bungkus sekali masak karena ada titik bencana yang awalnya membuka dapur umum mandiri tetapi tidak sanggup, sehingga dicover oleh dapur umum Pemkab di Kecamatan Mlandingan,” ujar Timbul Surjanto, Minggu (9/2/2025).

Baca juga: Anggota DPRD Jatim Kunjungi Korban Banjir di Situbondo, Dengarkan Keluhan Warga

Status Darurat dan Harapan Pemulihan

Menurut Timbul, status darurat bencana di Situbondo berakhir pada Sabtu (08/2/2025), kecuali ada perubahan kondisi.

“Jika status darurat sudah dicabut, secara otomatis dapur umum akan ditutup. Semoga situasi tetap kondusif, aman, dan terkendali, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Dengan peningkatan jumlah nasi bungkus hingga 5.500 per hari, pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan pangan warga terdampak banjir terpenuhi. Keberadaan dapur umum ini menjadi langkah strategis dalam masa tanggap darurat sebelum warga dapat kembali ke kondisi normal.(Fia)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:44 WIB

Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee