Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Tambak Garam Belasan Hektare Gagal Panen, Akibat Hujan Terus-Menerus di Probolinggo

- Reporter

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat curah hujan yang terus menerus,tambak garam di Probolinggo gagal panen,(Ist).

Akibat curah hujan yang terus menerus,tambak garam di Probolinggo gagal panen,(Ist).

PROBOLINGGO, JATIM – Curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir di wilayah Probolinggo telah mengakibatkan belasan hektare tambak garam gagal panen. Salah satu kawasan terdampak adalah Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, di mana aktivitas produksi garam terhenti akibat hujan yang tak kunjung reda.

Hamparan tambak garam di desa tersebut terlihat sepi tanpa aktivitas. Para petani memilih membiarkan tambak mereka terisi campuran air laut dan air hujan. Meski demikian, mereka tetap mengawasi dan mengatur masuknya air laut ke tambak meski hasilnya nihil.

Keresahan Petani Tambak Garam di Probolinggo

Suparyono, anggota kelompok tani tambak garam di Desa Kalibuntu, mengungkapkan bahwa dari total 17 hektare tambak garam di desanya, sebagian besar mengalami kerugian akibat gagal panen. “Tambak kami sudah seperti lautan karena hujan hampir setiap hari. Hasil garamnya tidak sampai satu sak, bahkan tidak layak dijual,” jelas Suparyono pada Minggu (15/12/2024).

Baca juga: Peringati Hari Santri 2024, Begini Pesan PJ Walikota Probolinggo

Ia menambahkan, garam yang dihasilkan saat ini hanya digunakan sebagai campuran pakan ternak. “Biasanya, dari 17 hektare tambak, hasil panen di musim normal bisa mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta,” ujarnya.

Namun, kondisi saat ini memaksa para petani menghentikan produksi hingga musim kemarau tiba. Suparyono berharap pemerintah memberikan perhatian lebih, terutama terkait pinjaman modal untuk mendukung keberlangsungan usaha petani garam. “Sejak pandemi COVID-19, sudah lama tidak ada pinjaman lunak. Kami sangat membutuhkan bantuan modal awal,” tambahnya.

Tambak garam di Desa Kalibuntu memiliki potensi besar. Dalam kondisi normal, satu petak tambak berukuran 12 meter x 50 meter mampu menghasilkan hingga 11 ton garam setiap panen. Namun, curah hujan tinggi yang terus-menerus membuat tambak seluas 600 hektare, termasuk wilayah lain di Probolinggo, mengalami dampak yang signifikan.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital
Ketua PPP Tuban: Kepengurusan Baru Bukti Soliditas Kader Hadapi Dinamika Politik
Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS
Harga Cabai Rawit Merah di Tuban Tembus Rp65.400 per Kg, Pemkab Sebut Masih Wajar
Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi
Wakapolres Tuban Resmi Berganti, Kompol Supiyan Diminta Segera Beradaptasi
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:47 WIB

Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:02 WIB

Ketua PPP Tuban: Kepengurusan Baru Bukti Soliditas Kader Hadapi Dinamika Politik

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:48 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:07 WIB

Harga Cabai Rawit Merah di Tuban Tembus Rp65.400 per Kg, Pemkab Sebut Masih Wajar

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id