Situbondo – Malam di pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, tampak berbeda dari biasanya. Bukan suara ombak atau deru kapal yang mendominasi, melainkan dentingan kartu domino yang beradu di atas meja kayu sederhana. Gelak tawa para nelayan yang dulunya kerap bersitegang, kini pecah dalam sebuah lomba rakyat yang penuh kehangatan.
Lomba unik ini digagas oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo sebagai upaya mencairkan kembali hubungan sosial antar nelayan. Selama ini, garis pantai Situbondo yang membentang sejauh 150 kilometer memang menjadi sumber kehidupan ribuan nelayan, namun juga kerap memunculkan konflik.
Konflik Lama Antar Nelayan
Persaingan memperebutkan area tangkap laut kerap menimbulkan ketegangan, terutama karena perbedaan alat tangkap yang digunakan. Nelayan slerek, gardan, hingga pancing cumi seringkali bersitegang di tengah laut karena merasa wilayah tangkapnya diganggu pihak lain. Tak jarang, konflik kecil berlanjut menjadi perpecahan yang memicu ketidaknyamanan di kalangan warga pesisir.
“Nelayan di sini sama-sama menggantungkan hidup pada laut, tapi perbedaan cara menangkap ikan kadang menimbulkan gesekan,” jelas salah seorang warga.
Domino Jadi Perekat Sosial
Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menegaskan bahwa lomba domino ini lebih dari sekadar hiburan rakyat. Menurutnya, permainan sederhana itu bisa menjadi medium yang efektif untuk mempererat kembali hubungan antar nelayan yang sempat renggang.
“Domino membuat mereka yang dulu bersitegang kini bisa duduk berhadapan, saling bercanda, dan tertawa bersama. Dari situ tumbuh lagi rasa saling menghormati dan menjaga kerukunan,” ungkapnya, Minggu (05/10/2025).
Edukasi Ramah Lingkungan
Selain menghibur, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi. Dalam sela-sela perlombaan, Satpolairud memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut. Nelayan diberi pemahaman tentang bahaya destructive fishing yang bisa merusak ekosistem, serta diajak untuk lebih memilih alat tangkap ramah lingkungan agar hasil laut tetap berkelanjutan.
“Kalau laut rusak, bukan hanya ikan yang hilang, tapi juga masa depan anak cucu kita,” kata AKP Gede menekankan.
Dukungan Warga dan Pemerintah Desa
Kepala Desa Kilensari, Sugiyono, menilai kegiatan ini sebagai langkah jitu meredakan konflik yang sudah lama membayangi warganya. Menurutnya, lomba sederhana ini justru menghadirkan dampak sosial yang sangat besar.
“Kami melihat langsung bagaimana hubungan antar nelayan kembali cair. Mereka yang dulu enggan bicara kini bisa tertawa bersama. Domino ini seperti obat mujarab yang menyatukan mereka,” ujar Sugiyono.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kesadaran menjaga laut.
Pesan Damai dari Pesisir
Malam itu di Kilensari, permainan domino sederhana berhasil menghadirkan pesan: bahwa kerukunan jauh lebih penting daripada sekadar memperebutkan hasil laut. Dari sebuah meja kayu, nelayan yang dulu berseteru kini bisa berbagi senyum dan tawa.
“Ini ide luar biasa. Ternyata, hal sederhana bisa membawa dampak besar bagi perdamaian,” tutup Sugiyono. (Fia)
Editor : Kief












