Dua Wisatawan Surabaya Ditemukan Tewas Terseret Ombak di Pantai Modangan Malang

- Reporter

Selasa, 14 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban terseret ombak di Pantai Modangan Malang, (hms/Basarnas).

Malang – Dua wisatawan asal Surabaya yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan kedua korban ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari.

Kronologi Kejadian

Insiden nahas itu terjadi pada Minggu (12/10) pagi, saat empat wisatawan tengah menikmati liburan di Pantai Modangan. Keempatnya diduga terseret arus kuat ketika berenang di sekitar bibir pantai.
Dua orang, yakni M. Zulfikar (23) dan Rinaldy (23), lebih dulu ditemukan pada hari kejadian. Zulfikar berhasil diselamatkan oleh nelayan dan warga setempat, sementara Rinaldy ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Dua korban lainnya, Rafi Naoufal (26) dan satu rekannya, dinyatakan hilang dan memicu pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.
Pada Senin (13/10) sekitar pukul 08.00 WIB, tim menemukan jasad Rafi Naoufal mengambang di perairan Tugurejo, Kabupaten Blitar, sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Donomulyo sekitar pukul 09.00 WIB.
Pencarian berlanjut hingga Selasa (14/10) pagi, dan sekitar pukul 08.15 WIB, tim kembali menemukan satu korban lainnya mengambang sekitar 0,87 mil laut dari lokasi awal. Korban langsung dievakuasi untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut di Puskesmas Donomulyo.

Seluruh Korban Ditemukan

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi ini, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah ditemukan.
“Dengan ditemukannya dua korban oleh tim SAR gabungan, maka seluruh korban terseret arus di Pantai Modangan telah ditemukan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dengan temuan ini, operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup.

Peran Tim SAR Gabungan

Upaya pencarian dan evakuasi korban melibatkan banyak unsur dari berbagai instansi. Proses ini dilakukan secara kolaboratif dengan dukungan penuh dari unsur Basarnas Unit Siaga SAR Malang, Polairud Sendang Biru, Polsek Donomulyo, Polsek Wates, Koramil Donomulyo, Pos AL Sendang Biru, Perhutani, PSR, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Blitar, BPBD Kabupaten Malang, SAR MTA, Tagana, RAPI, PMI, SAR Kanjuruhan, Satria Rescue, serta nelayan dan warga setempat.
Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencarian seluruh korban di tengah medan laut yang cukup sulit dan kondisi cuaca yang dinamis. (Ron)

Editor : Kief

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal
Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version