Jargon Kolaborasi Bupati Tuban Tak Pernah Realisasi, Pariwisata Lokal Kini Sepi

- Reporter

Senin, 5 Mei 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kondisi taman bermain di Sendang Asmoro semakin terbengkalai, (Foto: Assa/Liputansatu.id).

TUBAN – Kolaborasi, sebuah jargon yang kerap digaungkan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dalam kampanye dan kepemimpinan periode keduanya, mulai dipertanyakan. Alih-alih menciptakan sinergi antarsektor pembangunan, sejumlah pelaku wisata mengeluhkan pariwisata lokal yang kian meredup di tengah pembangunan taman-taman kota yang megah namun dinilai tidak mendongkrak sektor ekonomi daerah secara menyeluruh.

Tiga Taman Kota yang Mengubah Wajah, Wisata Lokal Terpuruk

Tuban kini memiliki wajah baru dengan kehadiran tiga taman kota: Taman Abhirama, Taman Abhipraya, dan Alun-alun Kota. Proyek ini dikemas sebagai bagian dari penataan wajah kota, diresmikan bersamaan dengan diluncurkannya angkutan terintegrasi “Si Mas Ganteng”. Sayangnya, proyek yang semula diharapkan mempercantik kota dan menjadi magnet wisata, justru diduga menjadi salah satu penyebab meredupnya destinasi wisata lokal yang telah lama dirintis masyarakat.

Sendang Asmoro, dari Primadona Jadi Terlupakan

Hartomo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sendang Asmoro, mengungkapkan kekecewaannya. Wana wisata alam yang dikelolanya dulu sempat menjadi destinasi andalan di Kabupaten Tuban. Namun kini, setelah pandemi Covid-19 dan hadirnya taman-taman kota, jumlah pengunjung menyusut drastis.

“Dulu di awal 2019, parkiran penuh. Sekarang ya bisa dilihat sendiri, sepi,” ucap Hartomo dengan raut sendu, meski tetap menyimpan harapan di matanya.

Menurutnya, kehadiran taman kota mengalihkan perhatian masyarakat dari wisata alam ke ruang terbuka hijau, yang aksesnya gratis dan berada di pusat kota. Bahkan, objek wisata milik Pemda seperti Pantai Boom pun ikut mengalami penurunan pengunjung.

Forum Pokdarwis: Kolaborasi Hanya Slogan

Multazam, Ketua Forum Pokdarwis Tuban, menyebut pengunjung wisata di Tuban mengalami penurunan drastis hingga 60 persen dalam enam bulan terakhir. Menurutnya, di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang belum pulih, pembangunan tiga taman secara bersamaan justru memperparah kondisi wisata lokal.

“Pemkab memang sudah mengumpulkan kami untuk diskusi, tapi belum ada solusi konkret,” ungkap Multazam.

Pakar: Taman Kota Seharusnya Bisa Dikolaborasikan

Dosen Pariwisata Universitas Terbuka, Sucipto, menyayangkan ketidakterhubungan antara taman kota dan destinasi wisata lokal. Ia menilai, alih-alih menjadi saingan, taman kota seharusnya bisa menjadi pintu masuk promosi bagi potensi wisata daerah.

“Kota-kota seperti Jogja, Banyuwangi, atau Probolinggo menjadikan taman kota sebagai daya tarik awal, lalu mengarahkannya ke wisata-wisata lokal lainnya,” jelasnya.

Sucipto menyebut legenda kuliner lokal seperti legen Tuban bisa menjadi salah satu daya tarik yang dipaketkan bersama taman kota untuk menarik wisatawan luar daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Disbudporapar, Pokdarwis, dan elemen masyarakat lainnya.

Disbudporapar: Masalah Tidak Hanya Taman Kota

Menanggapi keluhan pelaku wisata, Kepala Disbudporapar Tuban, Muhammad Emawan Putra, mengakui adanya tantangan besar dalam membangkitkan pariwisata. Namun ia menyebut pembangunan taman kota bukan untuk bersaing, melainkan sebagai penyedia ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.

“Kami akan tetap support Pokdarwis, dan akan terus berdiskusi bersama mereka,” ungkap Emawan, Minggu (5/5/2025).

Ia menyebut, selain pembangunan taman, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan wisata sepi, seperti ekonomi yang belum stabil, minimnya inovasi dari pengelola, hingga ketidakharmonisan antara Pokdarwis dan Pemerintah Desa.

Menuju Solusi: Kolaborasi yang Nyata, Bukan Slogan

Emawan mengungkapkan pihaknya sedang mengkaji rencana pengembangan paket wisata terpadu. Namun, ia menekankan bahwa pariwisata tidak bisa bergerak sendiri.

“Semua pihak, mulai dari masyarakat, media, travel agent, hingga pemerintah harus saling mendukung,” pungkasnya. (Az/Kief).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version