Promo

Kecelakaan di Proyek Jalan Rengel Berbuntut Teguran Polisi dan Pengawas Ketenagakerjaan

- Reporter

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya, melakukan pengecekan di lokasi proyek jalan provinsi Kecamatan Rengel sekaligus memberikan peringatan kepada pelaksana proyek agar segera memasang safety line, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya, melakukan pengecekan di lokasi proyek jalan provinsi Kecamatan Rengel sekaligus memberikan peringatan kepada pelaksana proyek agar segera memasang safety line, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Proyek pembangunan jalan provinsi di Kecamatan Rengel yang sebelumnya memicu kecelakaan yang diduga akibat minimnya penanda keselamatan kembali menjadi sorotan. Menyusul insiden tersebut, jajaran Satlantas Polres Tuban mendatangi langsung lokasi pekerjaan pada Kamis (12/02/2026) untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan peringatan kepada pelaksana proyek.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya, mengatakan kedatangan pihaknya merupakan tindak lanjut dari kecelakaan yang terjadi sehari sebelumnya di area proyek.
Menurutnya, keberadaan proyek di badan jalan wajib disertai perlengkapan pengamanan yang jelas guna mencegah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Kami himbau untuk memasang safety line dan lampu penanda untuk malam hari,” ujar IPDA Rizky di lokasi.

Pengakuan Petugas K3: Penanda Pernah Dipasang Namun Hilang

Sementara itu, Petugas K3 PT Timbul Jaya Persada, Yusuf, mengaku pihaknya sebelumnya telah memasang safety line di area galian. Namun, sebagian pembatas disebut terlepas bahkan hilang tanpa diketahui penyebabnya.
“Kemarin sudah kami pasang, tapi ada yang terlepas, ada yang hilang, tidak tahu ke mana,” ucap Yusuf.
Terkait lampu penanda malam hari, ia mengakui pemasangan belum dilakukan secara menyeluruh.
“Baru satu titik. Ke depan akan lebih kami perhatikan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Timbul Jaya Persada dengan nilai anggaran sekitar Rp11 miliar dari APBN, berupa pekerjaan overlay jalan provinsi di Kecamatan Rengel yang dimulai sejak Desember tahun lalu hingga target awal April tahun ini.

Pengawas Ketenagakerjaan: Tanpa Penanda Berpotensi Langgar UU

Sorotan lebih tegas datang dari Pengawas Ketenagakerjaan Jawa Timur Subkorwil Tuban, Erni Katikasari. Ia menegaskan bahwa kewajiban pemasangan tanda peringatan keselamatan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Menurutnya, proyek pengembangan jalan tanpa penanda keselamatan yang memadai jelas bertentangan dengan ketentuan hukum.
“Harusnya memasang penanda, itu menjadi kewajiban bagi pelaksana proyek,” ungkap Erni.
Ia menambahkan, tidak terpasangnya rambu maupun tanda peringatan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja, sehingga pelaksana proyek wajib segera melakukan perbaikan guna mencegah kecelakaan terulang.

Tanggung Jawab Pelaksana Tak Gugur Meski Rambu Hilang

Menanggapi alasan hilangnya rambu yang sebelumnya telah dipasang, Erni menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan tetap berada pada pelaksana proyek, apa pun penyebab hilangnya perlengkapan tersebut.
Artinya, rambu dan penanda harus segera dipasang kembali tanpa menunggu insiden berikutnya terjadi.
“Tidak ada alasan rambu penanda tidak terpasang. Nanti saya panggil petugas K3 perusahaannya,” tegasnya.
Pernyataan ini memperkuat bahwa aspek keselamatan dalam proyek infrastruktur publik bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewajiban hukum yang berkaitan langsung dengan perlindungan jiwa serta potensi kerugian materiil masyarakat.

Evaluasi Pengamanan Proyek Jadi Keniscayaan

Rangkaian kejadian di proyek jalan Rengel menunjukkan bahwa ketiadaan koordinasi, lemahnya pengawasan pengamanan, serta belum optimalnya penerapan K3 dapat berujung pada kecelakaan nyata di lapangan.
Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah dari anggaran negara, publik menaruh harapan agar pelaksanaan pekerjaan sejalan dengan standar keselamatan yang ketat, bukan justru menghadirkan risiko baru bagi pengguna jalan.
Kehadiran aparat kepolisian dan pengawas ketenagakerjaan di lokasi menjadi sinyal bahwa evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan proyek tidak lagi bisa ditunda, demi mencegah jatuhnya korban maupun kerugian yang lebih besar di kemudian hari. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee