Tuban – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di jalur nasional Soekarno-Hatta, tepatnya di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa (05/05/2026) sore. Seorang pengendara motor yang sempat tidak diketahui identitasnya (Mr. X) meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan dengan truk tronton.
Kronologi: Hindari Kendaraan, Korban Hilang Kendali
Insiden terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengendarai sepeda motor Suzuki Spacy bernopol S-2858-GF dari arah selatan menuju utara.
Sesampainya di lokasi, korban mencoba menghindari kendaraan yang berhenti di depannya. Namun saat membanting setir ke kanan, motor kehilangan kendali hingga terjatuh ke badan jalan.
Pada saat bersamaan, truk tronton bernopol AE-8601-KB yang dikemudikan Dayat (52), warga Kabupaten Bojonegoro, melaju di samping kanan korban dengan arah yang sama.
Benturan pun tidak dapat dihindari. Kecelakaan samping terjadi dan mengakibatkan korban mengalami luka fatal.
Korban Meninggal di TKP
Akibat kerasnya benturan, pengendara motor dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kepolisian yang tiba langsung mengevakuasi korban ke RSUD dr. R. Koesma Tuban.
Seiring penanganan kasus, identitas korban yang sebelumnya disebut Mr. X mulai terungkap. Berdasarkan data yang diterima, korban diketahui bernama Muhamad Samir (36), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam data tersebut tercantum korban berjenis kelamin laki-laki, lahir di Bogor pada 16 Juli 1989. Ia merupakan anak dari pasangan Ali Basalim dan Adiba Al Hasny, serta berdomisili di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Polisi Imbau Waspada di Jalur Padat
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo, mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, khususnya di jalur Pantura yang dikenal padat dan rawan kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman dan tidak memaksakan diri mendahului kendaraan jika ruang gerak terbatas. Ketidakwaspadaan dalam hitungan detik bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Ia juga meminta pengendara untuk disiplin mematuhi rambu lalu lintas guna menekan angka kecelakaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ingat, ada keluarga yang menanti Anda di rumah,” pungkasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Tuban. Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, STNK, dan SIM untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Aj)