Ketua DPRD Tuban Menghilang Usai Rapat, Di Tengah Sorotan KPK soal Selisih Data Pokir Rp2 Miliar

- Reporter

Jumat, 8 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bupati Tuban usai menghadiri rapat paripurna DPRD Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

TUBAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Sugiyantoro, mendadak menjadi buah bibir publik. Pasalnya, ia tak diketahui keberadaannya setelah memimpin rapat paripurna yang kemudian dilanjutkan dengan rapat internal tertutup di Gedung DPRD Tuban pada Jumat (08/08/2025).
Kehilangan jejak Sugiyantoro terjadi di tengah mencuatnya temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai dugaan ketidaksesuaian data anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tuban yang bernilai miliaran rupiah.

Ketua DPRD Menghilang, KPK Soroti Selisih Data Pokir

Sejumlah awak media yang sejak awal memantau rapat paripurna tersebut telah menunggu di depan ruang rapat untuk meminta keterangan dari Sugiyantoro. Namun hingga beberapa jam berlalu, Ketua DPRD itu tak kunjung keluar. Beberapa staf DPRD bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan pimpinannya.
Upaya pencarian oleh jurnalis ke berbagai sudut gedung dewan pun tidak membuahkan hasil. Ketidakhadiran ini mengundang tanda tanya besar, terlebih mengingat posisi Sugiyantoro sebagai pucuk pimpinan legislatif.

Hilangnya Sugiyantoro terjadi saat lembaga antirasuah tengah menyoroti DPRD Tuban. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK menemukan adanya selisih anggaran dalam data Pokir DPRD Tuban.
Menurut catatan KPK, data Pokir yang tercatat di Pemerintah Kabupaten Tuban mencapai Rp15 miliar, sementara data dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) menunjukkan angka Rp17 miliar. Selisih sebesar Rp2 miliar ini menjadi temuan yang dinilai serius dan harus ditindaklanjuti.
“Temuan ini bukan untuk menyalahkan, tapi harus menjadi refleksi bersama. Jangan sampai anggaran rakyat digunakan tanpa kejelasan dan akuntabilitas,” tegas Kepala Satgas Korsup Wilayah III KPK, Wahyudi, dikutip dari situs resmi kpk.go.id.

Bupati Klarifikasi, Sekwan Lempar ke Pemkab

Menanggapi sorotan ini, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menjelaskan bahwa data Pokir yang dimaksud masih berupa usulan awal dan belum melalui proses finalisasi. Menurutnya, proses verifikasi memang perlu dilakukan sebelum data tersebut ditetapkan secara resmi.
“Hal-hal seperti itu wajar, sudah kami konfirmasi dan akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Bupati Halindra.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Tuban, Sri Hidajati, memilih tidak banyak berkomentar soal data Pokir. Ia menegaskan bahwa data tersebut berada dalam lingkup Pemkab Tuban, bukan tanggung jawab DPRD.
“Saya di sini hanya bersifat administratif. Kalau terkait data Pokir, coba konfirmasi ke Pak Arif Handoyo, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tuban,” kata Sri.

Pokir dan Transparansi: Mengapa Ini Penting?

Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) merupakan bentuk penyerapan aspirasi masyarakat oleh anggota dewan yang kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan APBD. Karena menyangkut penggunaan uang rakyat, prosesnya dituntut transparan dan akuntabel.
Perbedaan data ini menimbulkan kekhawatiran publik akan potensi penyimpangan atau manipulasi data anggaran. Dalam konteks ini, keberadaan pimpinan dewan yang justru ‘menghilang’ di tengah sorotan semakin memperkeruh suasana.

Hingga berita ini ditulis, Sugiyantoro belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media masih berupaya menghubungi yang bersangkutan, termasuk melalui pesan WhatsApp. Ketidakhadirannya setelah rapat internal kini menjadi perhatian luas dan memunculkan berbagai spekulasi.(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:02 WIB

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version