Tuban – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Tuban, H. Mukson, menanggapi serius peristiwa yang menimpa Rasyid, bayi berusia 9 bulan asal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban (Kota), yang diduga mengalami Sindrom Stevens-Johnson (STJ) namun mendapat penanganan minim dari RSUD Dr. Koesma Tuban.
Orang Tua Keluhkan Pelayanan Rumah Sakit
Ayah Rasyid, Sutrisno Puji Utomo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit. Ia menyebut anaknya yang sempat mengalami kejang dan melepuh hampir di seluruh tubuh hanya didiagnosis mengalami alergi ringan.
“Saya belum sempat daftar rawat inap, anak saya sudah dipulangkan. Padahal sebelumnya dia sempat kejang dan gemetar di rumah,” ujarnya.
Ketua Fraksi PKB Minta Evaluasi Direktur RSUD
Menanggapi keluhan tersebut, H. Mukson menyatakan pelayanan RSUD perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia mendesak Bupati Tuban untuk mengambil tindakan tegas dengan mengevaluasi kinerja direktur RSUD Dr. Koesma.
“Setelah viral di media sosial, banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan RSUD. Evaluasi ini penting agar kepercayaan publik bisa kembali,” tegas Mukson, Kamis (01/5/2025).
Evaluasi Demi Perbaikan Layanan Kesehatan
Mukson menekankan bahwa RSUD sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Evaluasi ini bisa berarti banyak hal, tapi semuanya kami serahkan kepada keputusan Bupati,” jelasnya.
Komitmen Kawal Urusan Kemanusiaan
Sebagai politisi dari Dapil Tuban IV, Mukson menyatakan komitmennya untuk mengawal pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi.
“Kami serius, karena seperti kata Gus Dur, urusan kemanusiaan harus didahulukan,” pungkasnya.
Baca juga: Kronologi Balita 9 Bulan Dipulangkan dari IGD RSUD dr. R. Koesma Tuban
Pihak RSUD: Dokter Sudah Bertindak Sesuai Prosedur
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Koesma, H. Moh. Masyhudi, menyebut bahwa dokter telah menangani pasien sesuai standar prosedur dengan memberikan resep rawat jalan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.
“Kami sudah memanggil dokter jaga yang menangani, dan akan meningkatkan kehati-hatian dalam diagnosis,” ujarnya.(Aj)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












