Macet 9 Km, Antrean Pelabuhan Ketapang Akibatkan Pantura Baluran Situbondo Lumpuh

- Reporter

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat antrian di Pelabuhan Ketapang, jalur pantura Baluran Situbondo lumpuh total. Kemacetan sepanjang 9 km masih berusaha diurai petugas lalu lintas dari polres Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Akibat antrian di Pelabuhan Ketapang, jalur pantura Baluran Situbondo lumpuh total. Kemacetan sepanjang 9 km masih berusaha diurai petugas lalu lintas dari polres Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kemacetan parah melumpuhkan jalur Pantura di kawasan Hutan Baluran, Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (24/07/2025). Antrean kendaraan yang mengular dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menjadi penyebab utama macet total sepanjang lebih dari 9 kilometer.

Kemacetan Mengular hingga Hutan Baluran

Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, mengungkapkan bahwa antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali menyebabkan kemacetan panjang sejak perbatasan Banyuwangi hingga masuk ke wilayah Situbondo.

“Saat ini kemacetan sudah sepanjang 9 kilometer mulai dari perbatasan Banyuwangi-Situbondo mengular ke arah Hutan Baluran,” kata AKP Nanang saat dikonfirmasi awak media.

Pengurangan Armada Kapal Jadi Pemicu

Menurut Nanang, kemacetan ini disebabkan oleh pengurangan jumlah armada kapal yang melayani rute Ketapang-Gilimanuk. Semula terdapat 17 kapal yang beroperasi, namun kini jumlahnya dikurangi, mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga ke jalur nasional.

“Kapal rute Ketapang-Gilimanuk dikurangi dari 17 unit kapal yang biasa beroperasi. Hal inilah yang memicu antrean kendaraan mengular hingga kawasan Baluran di Situbondo,” jelasnya.

Barikade dan Pengaturan Jalur

Guna mengantisipasi kemacetan yang semakin parah, Satlantas Polres Situbondo memasang barikade dan menerjunkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas serta mencegah pengendara yang nekat melawan arus.

“Kami pasang barikade agar tidak ada kendaraan yang menerobos atau melawan arus, karena bisa memperburuk kondisi kemacetan. Kami pastikan kendaraan tetap di jalurnya, agar dari arah Banyuwangi tetap bisa masuk ke arah Situbondo dengan tertib,” tegas Nanang.

Imbauan untuk Pengendara: Tunda Perjalanan, Pilih Alternatif

Menghadapi kondisi ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan pribadi dan logistik, untuk menunda keberangkatan mereka yang melewati jalur Baluran hingga kondisi benar-benar normal.

“Sebaiknya pengendara menunda perjalanan melewati jalur pantura Baluran hingga ada kepastian penambahan armada dari Pelabuhan Ketapang. Bila mendesak, alternatif lain bisa melalui Pelabuhan Jangkar bagi yang menuju Lombok atau wilayah Indonesia Timur lainnya,” ujar Nanang.

Dampak Ekonomi dan Arus Logistik

Kemacetan di jalur vital Pantura ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, namun juga berdampak pada distribusi logistik antarwilayah. Sejumlah kendaraan pengangkut barang dilaporkan terjebak berjam-jam, yang bisa berdampak pada kelangkaan barang dan keterlambatan pasokan di daerah tujuan.
Pantauan terkini menunjukkan bahwa arus kendaraan masih stagnan dan belum menunjukkan tanda-tanda kelancaran. Pihak kepolisian dan pengelola pelabuhan terus melakukan koordinasi untuk mencari solusi terbaik agar aktivitas penyeberangan kembali normal dan kemacetan bisa segera terurai.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee