Tuban – Tim gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, serta Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Tuban, terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang sejak Rabu (19/11/2025).
Korban diketahui bernama Tarsrip (57), warga Dusun Karangdowo, Desa Sucorejo, Kecamatan Jenu. Ia diduga hilang saat pergi mencari ikan di perairan Laut Utara Tuban.
Koordinator Basarnas Unit Siaga Bojonegoro, Nanang Pujo Prasetiyo, menjelaskan bahwa sekitar 40 personel diterjunkan dalam operasi ini. Pencarian menggunakan tiga unit perahu karet milik Basarnas, BPBD, dan SAR MTA, serta satu kapal patroli milik Satpolairud Polres Tuban.
Pencarian Dibagi Dua Sorti
Nanang menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dalam dua sorti setiap hari, yakni pagi dan sore.
“Pencarian hari ini kita bagi menjadi dua sorti, yaitu pagi dan sore,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Petugas memusatkan pencarian di titik lokasi kejadian (LKK) yang diperkirakan berada sekitar lima mil nautikal dari bibir pantai. Penelusuran juga melibatkan para nelayan setempat serta keluarga korban yang turut memberikan bantuan informasi di lapangan.
Cuaca Relatif Mendukung Operasi SAR
Menurut Nanang, kondisi cuaca di perairan Tuban cukup mendukung upaya pencarian. Arus laut yang stabil membantu tim dalam menyisir area yang telah ditentukan.
“Pada sorti pertama pagi sampai siang, cuaca mendukung dalam proses pencarian. Namun ada sedikit perubahan cuaca pada sorti kedua, tapi tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Operasi Akan Dilakukan Hingga Tujuh Hari ke Depan
Nanang memastikan tim gabungan akan bekerja maksimal selama durasi pencarian. Sesuai standar operasi Basarnas, proses rescue akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan.
“Upaya evakuasi (rescue) akan dilakukan dalam waktu tujuh hari ke depan sesuai aturan standar penyelamatan kecelakaan dan penanggulangan bencana,” pungkasnya. (Aj)
Editor : Kief












