Tuban — Kecelakaan maut yang melibatkan armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menyoroti persoalan keselamatan lalu lintas, khususnya pengendara usia pelajar di jalan nasional.
Insiden tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang pelajar SMP dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersenggolan dengan truk kebersihan milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban.
Korban diketahui berinisial RL (14), pelajar asal Kecamatan Jatirogo. Saat kejadian, ia berboncengan dengan rekannya, DNN (15), menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja R bernomor polisi S-4328-IP.
Berdasarkan hasil sementara penyelidikan kepolisian, keduanya melaju dari arah timur menuju barat sebelum berusaha mendahului kendaraan lain dari sisi kiri jalan.
Diduga Bersenggolan Saat Mendahului dari Kiri
Namun ruang gerak yang sempit membuat sepeda motor bersenggolan dengan truk sampah bernopol S-8081-EP milik Pemkab Tuban yang berada di depan mereka dan dikemudikan Heru Priwahyudi (33).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo, mengatakan kecelakaan diduga dipicu kurangnya konsentrasi pengendara motor saat mencoba menyalip kendaraan dari sisi kiri.
“Semula motor berusaha mendahului truk sampah dari sisi kiri. Namun diduga kurang penuh konsentrasi terhadap situasi lalu lintas di depannya sehingga terjadi benturan samping dengan samping yang menyebabkan pengendara terjatuh,” ujar Eko saat dikonfirmasi.
Benturan keras di kawasan permukiman tersebut menyebabkan RL mengalami luka serius dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ali Mansyur Jatirogo. Sementara DNN selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Sorotan Keselamatan Pelajar di Jalan Raya
Peristiwa ini kembali memunculkan persoalan klasik terkait tingginya angka pelajar di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
Polisi menilai pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak usia sekolah.
“Kami mengimbau orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak yang belum cukup umur agar tidak mengendarai motor di jalan raya demi keselamatan bersama,” ujar Iptu Eko.
Seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
DLHP Tuban Turunkan Tim dan Sampaikan Permintaan Maaf
Merespons kejadian itu, pihak DLHP Tuban mengaku langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan menghimpun informasi di lapangan.
Kepala DLH-P Tuban, Anton Tri Laksono melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLHP Tuban, Arwin Mustofa, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan detail terkait kronologi lengkap insiden tersebut.
“Kami sudah mendapatkan informasi kejadian itu dan tim langsung meluncur ke lokasi untuk berkoordinasi dengan Polsek Jatirogo guna menghimpun keterangan lebih lanjut,” kata Arwin.
DLHP Tuban juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam kecelakaan yang melibatkan kendaraan operasional milik pemerintah daerah tersebut.
“Atas nama Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban kami menyampaikan duka mendalam atas musibah kecelakaan yang melibatkan armada pengangkut sampah kami di Jatirogo,” ujarnya.
Tak hanya itu, DLHP turut menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan memastikan akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan.
“Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada pihak keluarga korban atas tragedi yang terjadi. Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi oleh pihak berwenang,” pungkasnya. (Aj).
Editor : Mukhyidin Khifdhi