Polemik Koperasi Desa Merah Putih Pucangan: PPSD Tarik Diri, Pemdes Minta Maaf

- Reporter

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Pucangan, Santiko, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak PPSD, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala Desa Pucangan, Santiko, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak PPSD, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan kembali menyita perhatian publik setelah mitra utamanya, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), secara resmi menarik diri dari kerja sama. Keputusan ini diambil setelah munculnya pernyataan sepihak dalam sambutan resmi yang tidak menyebutkan peran krusial PPSD dalam proses pembangunan koperasi sejak awal.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Pucangan dan Ketua KDMP saat peresmian nasional oleh Presiden RI secara daring, disebutkan bahwa koperasi tersebut berjalan berkat dukungan BUMN dan PT Pupuk Indonesia. Tidak ada penyebutan peran PPSD sebagai inisiator dan mitra utama yang sejak awal membangun fondasi koperasi tersebut.

“Pernyataan itu jelas mencederai kemitraan yang sudah dibangun selama hampir dua tahun,” tegas Direktur PPSD, Anas Al Khifni, Selasa (22/07/2025).

Akibat pernyataan tersebut, PPSD langsung mengambil langkah tegas: menarik seluruh atribut, logistik, dan investasi mereka dari lokasi koperasi.

Pemdes Pucangan Klarifikasi dan Minta Maaf

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pucangan, Santiko, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak PPSD. Dalam keterangannya kepada media pada Rabu (23/07/2025), Santiko mengaku khilaf dan menyebut hal itu terjadi karena rasa gugup saat menyampaikan sambutan di hadapan Presiden.

“Saat itu saya grogi karena harus berbicara di depan Presiden. Tidak ada niat meniadakan peran PPSD. Justru dari awal kami bermitra dan sangat terbantu oleh mereka,” ujarnya.

Santiko juga menegaskan bahwa pihaknya kini sedang berupaya membangun kembali komunikasi yang sempat retak. Sebagai Kepala Desa sekaligus Pembina Koperasi, ia berharap kerja sama dapat dipulihkan dan dikembangkan kembali demi keberlanjutan KDMP Pucangan.

“Kami saat ini mencoba membangun komunikasi dengan PPSD agar hubungan kemitraan dapat kembali seperti semula,” tegasnya.

Pemkab Tuban: Ini Proses Pendewasaan Koperasi

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menanggapi polemik ini dengan pandangan positif. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bagian dari proses menuju pendewasaan sistem dan tata kelola koperasi di daerah.

“Ini proses pembelajaran dan pendewasaan kelembagaan. Kami berharap ke depan KDMP Pucangan bisa lebih solid dan matang dalam membangun jejaring kemitraan,” ujarnya.

Soal Peran BUMN: Baru Sinyal, Belum Maksimal

Ketika ditanya terkait klaim keterlibatan BUMN dalam mendukung KDMP, Agus menjelaskan bahwa sejauh ini kontribusi dari BUMN baru datang dari beberapa entitas, seperti PT Pos Indonesia, BNI, dan BRI. Itu pun belum merata di seluruh titik koperasi.

“Yang baru berjalan sejauh ini hanya dari Pos, BNI, dan BRI, dan itupun belum menyeluruh,” ujarnya.

Harapan Pemulihan dan Pembelajaran

Insiden ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan koperasi berbasis desa yang mulai menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Ketepatan komunikasi publik, transparansi kemitraan, dan etika kelembagaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program-program pembangunan berbasis komunitas.
Pihak Pemerintah Desa Pucangan berharap agar hubungan dengan PPSD dapat segera pulih, mengingat besarnya kontribusi lembaga tersebut dalam merintis koperasi yang kini telah dikenal luas.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio
Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:04 WIB

PN Tuban Tegaskan Putusan NO Belum Sentuh Pokok Sengketa TITD Kwan Sing Bio

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee