Polres Tanjung Perak dan Kemendag Gagalkan Penyelundupan Keramik Ilegal Senilai Rp 9,8 Miliar

- Reporter

Selasa, 3 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan berhasil menggagalkan penyelundupan keramik dan peralatan makan (tableware) ilegal senilai Rp 9,8 miliar.(Ist)

SURABAYA, JATIM – Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan berhasil menggagalkan penyelundupan keramik dan peralatan makan (tableware) ilegal senilai Rp 9,8 miliar. Barang-barang tersebut diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak dan gudang PT Aneka Raya Optima di Jalan Demak Timur, Surabaya, pada Rabu (3/12).

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, turut hadir untuk memeriksa barang bukti yang telah disita. Ia mengungkapkan bahwa keramik dan tableware ilegal ini tidak dilengkapi dokumen impor yang sah, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan laporan surveyor.

“Barang-barang ini diamankan karena tidak memiliki dokumen impor yang sah dan tidak memenuhi standar nasional, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Tindakan ini melanggar aturan dan berpotensi merugikan konsumen serta negara,” ujar Budi.

Bermula dari Temuan di Terminal Peti Kemas

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP William Cornelis Tanasale, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Temuan awal berasal dari kontainer di Terminal Peti Kemas Surabaya yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama Pelindo, Bea Cukai, dan Badan Pengawasan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, ditemukan keramik tanpa izin impor dan label SNI.

“Keramik ini tidak hanya melanggar aturan impor, tetapi juga berisiko bagi konsumen karena tidak memenuhi standar keamanan. Penindakan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menertibkan barang-barang ilegal,” tegas AKBP William.

Barang Bukti Disita

Barang bukti yang diamankan terdiri dari berbagai jenis keramik dan peralatan makan dengan nilai total mencapai Rp 9,8 miliar. Barang-barang ini diduga akan diedarkan secara ilegal di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Pihak kepolisian dan Kementerian Perdagangan memastikan bahwa pelaku yang terlibat dalam penyelundupan ini akan dijerat sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan, khususnya di pelabuhan, untuk mencegah masuknya barang-barang ilegal yang dapat merugikan negara dan konsumen,” tambah AKBP William.

Upaya Pengawasan Terus Ditingkatkan

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi kerja sama yang solid antara aparat kepolisian, Bea Cukai, dan instansi terkait dalam menggagalkan upaya penyelundupan ini. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat di jalur distribusi barang agar pelanggaran serupa tidak terulang.

“Ini adalah peringatan bagi pelaku usaha yang mencoba bermain-main dengan aturan. Kami akan bertindak tegas untuk menjaga kepentingan konsumen dan integritas pasar nasional,” tutup Budi.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Dugaan Pencemaran Laut Situbondo, PT Fuyuan Siap Jalankan Rekomendasi KKP
3.000 Warga Tuban Turun ke Jalan Dukung Program MBG
Kasus Pekerja Tewas di Silo Sekam Tuban, Pengawas Ketenagakerjaan Sebut Belum Ada Laporan
Jutaan Peziarah Datang ke Tuban, Haul Sunan Bonang Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Bahlil Resmikan Mini LNG Plant Tuban, Pengganti LPG 3 Kg Ditarget Rampung Agustus
Utamakan Keselamatan, Polisi Larang Jemaah Haul Sunan Bonang Naik Pikap dan Odong-Odong
Jelang Puncak Haul Sunan Bonang ke-517, Ratusan Pedagang Mulai Padati Kawasan Masjid Agung Tuban
Sempat Ditolak Keluarga, Nenek Sebatang Kara Asal Tuban Meninggal di Penampungan Sosial

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:58 WIB

Dugaan Pencemaran Laut Situbondo, PT Fuyuan Siap Jalankan Rekomendasi KKP

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:51 WIB

3.000 Warga Tuban Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:30 WIB

Kasus Pekerja Tewas di Silo Sekam Tuban, Pengawas Ketenagakerjaan Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:44 WIB

Jutaan Peziarah Datang ke Tuban, Haul Sunan Bonang Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:25 WIB

Utamakan Keselamatan, Polisi Larang Jemaah Haul Sunan Bonang Naik Pikap dan Odong-Odong

Berita Terbaru

Daerah

3.000 Warga Tuban Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:51 WIB

Exit mobile version