Surabaya – PT Tirto Boyo Agung (TBA), salah satu anak perusahaan Bandar Indonesia Grup (BIG), menegaskan posisinya sebagai pemain strategis dalam industri tambang Kapur Kalsium Karbonat berkualitas tinggi di Jawa Timur. Dengan legalitas lengkap serta spesifikasi material unggulan hasil uji laboratorium Sucofindo, TBA dinilai memiliki potensi besar menjadi pemasok utama bagi industri nasional maupun multinasional.
TBA Bagian dari Bandar Indonesia Grup dengan Ratusan Blok Tambang
Bandar Indonesia Grup (BIG) merupakan induk perusahaan yang menaungi ratusan anak usaha dengan total 275 blok tambang kapur uruk, meliputi Kapur Industri, Dolomit, dan Kapur Kalsium Karbonat yang tersebar di 8 kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Owner sekaligus Founder BIG, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, menyebutkan bahwa BIG memiliki blok tambang di Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, serta Rembang, Jawa Tengah.
“Ini potensi besar dengan nilai ekonomi sangat tinggi, terutama untuk kebutuhan industri kalsium karbonat,” ujar Gus Lilur, Jumat (23/01/2026).
PT Tirto Boyo Agung Miliki Legalitas Lengkap dan Wilayah Strategis
Sebagai salah satu unit unggulan BIG, PT Tirto Boyo Agung (TBA) telah mengantongi seluruh perizinan resmi dan beroperasi secara legal.
Legalitas PT Tirto Boyo Agung (TBA):
• Nama Perusahaan: PT Tirto Boyo Agung
• NIB: 1266000733207
• IUP Operasi Produksi: No. 12660007332070005
• Kode Wilayah: 1235295442021002
• Luas Wilayah: 40,48 Hektare
• Golongan Tambang: Batuan
• Tanggal Terbit IUP OP: 25 Februari 2025
• Masa Berlaku: 5 Tahun
• Lokasi: Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
Dengan lokasi strategis di Madura, TBA berada dekat dengan jalur distribusi utama menuju kawasan industri Jawa Timur.
Spesifikasi Kalsium Karbonat TBA Tertinggi di Kelasnya
Keunggulan utama TBA terletak pada kualitas material tambang. Berdasarkan hasil uji laboratorium Sucofindo, Kalsium Karbonat milik TBA memiliki spesifikasi yang jauh di atas rata-rata pasar.
Hasil Uji Laboratorium Sucofindo – PT Tirto Boyo Agung:
• Calcium Carbonate (CaCO₃):
• Lokasi Depan: 95,26%
• Lokasi Tengah–Belakang: 99,46%
• Calcium Oxide (CaO): 55,74%
• Silicon Oxide (SiO₂): 0,22%
• Magnesium Oxide (MgO): 0,10%
• Aluminium Oxide (Al₂O₃): 0,04%
• Iron Trioxide (Fe₂O₃): 0,01%
• Sulphur Trioxide (SO₃): < 0,01%
• Loss on Ignition (LOI): 43,83%
“Spesifikasi Kalsium Karbonat TBA ini bisa disebut spesifikasi dewa,” tegas Gus Lilur.
Belum Pernah Ada Suplai Spek 99% untuk Industri Besar
Gus Lilur mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tim geologis dari Omya Indonesia, salah satu produsen Kalsium Karbonat terbesar di Indonesia, mereka belum pernah menerima suplai dengan spek 99% ke atas.
Mayoritas suplai yang beredar selama ini hanya berada pada kisaran 95% hingga di bawah 98%.
“Dengan kualitas ini, TBA memiliki daya tawar sangat kuat di pasar industri,” jelasnya.
Pasar Kalsium Karbonat Jawa Timur Bernilai Fantastis
Di Jawa Timur terdapat 9 perusahaan besar, termasuk perusahaan multinasional, yang memproduksi Kalsium Karbonat. Setiap pabrik membutuhkan suplai antara 2 juta hingga 10 juta ton per tahun.
Total kebutuhan Kalsium Karbonat di Jawa Timur diperkirakan mencapai 50 juta ton per tahun.
Dengan harga terendah Kalsium Karbonat spek 95% sebesar Rp220.000 per ton, maka nilai ekonomi suplai mencapai:
Rp220.000 × 50.000.000 ton = Rp11 Triliun per tahun
TBA Siap Tawarkan Harga Lebih Kompetitif
Dengan kualitas material unggul dan lokasi tambang strategis, PT Tirto Boyo Agung siap menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada 9 pabrik Kalsium Karbonat di Jawa Timur, sekaligus menjamin keberlanjutan suplai jangka panjang.
“Dengan spek terbaik, TBA siap menjadi mitra strategis industri Kalsium Karbonat nasional dan internasional,” pungkas Gus Lilur. (Fia)
Editor : Kief















