Sidoarjo – Komunitas relawan bencana emergency sosial (R-BES) menggelar rapat rutin di basecamp Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Kamis (10/09/2026) malam.
Rapat ini dihadiri beberapa komunitas, yang nantinya berkolaborasi dalam program sosial pengantaran berobat bagi pasien tidak mampu. Mereka dari perwakilan Rescue Mandiri Indonesia, Persaudaraan Pengemudi Ambulan Indonesia (PPAI), Jawara Community, Sedekah Rombongan, Jamaah Lorong eduCation, dan Komunitas Jatiroto Kenangan Surabaya
Ketua R-BES, Sumariati, menjelaskan, program layanan pengantaran pasien miskin ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan.
Menurut perempuan berkacamata minus ini, sebelumnya sudah dicoba menghubungi pihak terkait, seperti kelurahan dan kecamatan tentang adanya warga yang memerlukan bantuan. Akan tetapi responnya terlalu prosedural lantaran terkait kelengkapan administrasi.
“Kasihan warga kurang mampu tidak memiliki beberapa dokumen yang dipersyaratkan, sementara perlu penanganan penyakitnya, sehingga kami mencoba membantu sebisanya,” kata Sumariati.
Untuk itulah pertemuan kali ini ia ingin mengajak untuk berkolaborasi dalam program baru tersebut. Sekaligus saling menguatkan dan memberi semangat.
Sementara itu, Hariyono, dari PPAI mengatakan unit ambulannya siap mendukung program kolaborasi ini, tinggal disepakati saja hari dan tanggal pelaksanaannya beserta jumlah relawan yang ikut.
Sedangkan Bambang dari Rescue Mandiri berharap, komunitas yang masuk dalam tim kolaborasi pengantaran pasien harus semakin solid. Mereka akan saling menguatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa tim ini mampu dan bertanggung jawab.
“Ada warga yang minta bantuan kaki palsu. Sebaiknya menghubungi siapa ya? Mungkin teman-teman ada yang punya akses tolong dibantu,” pungkasnya. (Sa)












