Rekomendasi BPD Diabaikan, Pengangkatan Modin di Tuban Disorot

- Reporter

Senin, 29 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Gaji Kecamatan Kerek Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pemilihan staf perangkat desa (modin keagamaan) di Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, menyisakan tanda tanya besar. Warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mempertanyakan proses penunjukan yang dilakukan secara sepihak oleh Kepala Desa tanpa melalui rekrutmen terbuka.
Sejumlah warga mengaku heran. Mereka menduga, kedekatan dengan perangkat desa menjadi faktor penentu dalam pelantikan modin yang digelar pada 24 September 2025 lalu.
“Tiba-tiba ada pengumuman pelantikan modin. Kalau dekat perangkat atau kepala desa enak, langsung dilantik,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

BPD Sampaikan Rekomendasi, Tapi Diabaikan

Wakil Ketua BPD Gaji, Nur Hadiyono, menegaskan pihaknya telah menyampaikan rekomendasi resmi agar pemilihan dilakukan secara terbuka melalui musyawarah desa atau pemungutan suara. Namun rekomendasi itu tidak digubris.
“Rekomendasi kami sampaikan, tapi pihak desa tetap melakukan penunjukan. Jelas ini kurang tepat dan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial,” kata Nur Hadiyono kepada Liputansatu.id.
BPD sendiri mengakui tidak memiliki kewenangan penuh, karena memang tidak ada aturan teknis yang mewajibkan pemilihan modin secara terbuka. Meski demikian, sikap sepihak pemerintah desa dianggap mengabaikan aspirasi warga.

Pemerintah Desa: Hak Prerogatif Kepala Desa

Kasi Kesra Desa Gaji, Fuad Hasan, mewakili Kepala Desa Colona Ratna Yunita, membenarkan adanya rekomendasi BPD, tetapi menyebut surat resmi bertandatangan ketua BPD baru masuk pada hari pelantikan.
Ia menegaskan, penunjukan modin bukan asal tunjuk. Mereka yang dilantik disebut sudah berpengalaman mendampingi modin sebelumnya.
“Ini langkah untuk meminimalisir perpecahan. Kalau pemilihan terbuka, justru bisa timbul kecemburuan lebih besar,” ujarnya.
Fuad juga menekankan, jabatan modin bukan jabatan bergaji. “Mereka ini staf sukarelawan, gak ada gajinya. Hanya mendapat uang sukarela dari warga,” tambahnya.
Menurutnya, pengangkatan modin sepenuhnya merupakan hak prerogatif kepala desa. “Kalau nanti ada aturan teknis mewajibkan pemilihan terbuka, tentu akan kami laksanakan,” pungkasnya.

Kritik: Sukarela Bukan Alasan Tutup Mata

Meski jabatan modin tidak bergaji, praktik penunjukan sepihak tetap mengandung risiko politik desa. Transparansi yang minim dan kecenderungan menutup ruang partisipasi warga berpotensi memperlebar jurang ketidakpercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah alasan “hak prerogatif” boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan aspirasi warga dan rekomendasi BPD?
Tanpa regulasi jelas, praktik semacam ini bisa menjadi preseden buruk. Warga berhak mendapatkan proses yang terbuka, adil, dan akuntabel, apalagi menyangkut jabatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan keagamaan di tingkat desa. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version