Rencana Aksi Sopir Silog Tuban Batal, Tuntutan Disepakati Lewat Audiensi

- Reporter

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada truk tangki PT Semen Indonesia Logistik (Silog) bersiap melakukan distribusi semen. Rencana aksi sopir Silog di Tuban resmi dibatalkan setelah tuntutan disepakati dalam audiensi dengan manajemen, (Gambar: Ilustrasi).

Armada truk tangki PT Semen Indonesia Logistik (Silog) bersiap melakukan distribusi semen. Rencana aksi sopir Silog di Tuban resmi dibatalkan setelah tuntutan disepakati dalam audiensi dengan manajemen, (Gambar: Ilustrasi).

Aksi Unjuk Rasa Urung Digelar

Tuban – Rencana aksi unjuk rasa sopir PT Semen Indonesia Logistik (Silog) Tuban yang dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 25 September 2025 akhirnya resmi dibatalkan. Para pekerja yang semula berencana turun ke jalan, memilih menyelesaikan persoalan lewat meja audiensi bersama manajemen perusahaan.
Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan antara perwakilan sopir yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI)–SPSI dengan pihak perusahaan menghasilkan kesepakatan bersama. Suasana kondusif sepanjang proses mediasi membuat potensi aksi besar dapat dihindari.

Latar Belakang Tuntutan

Sebelumnya, para sopir menyampaikan tiga poin utama yang menjadi alasan mereka merencanakan aksi unjuk rasa, yaitu:
• Menolak pergeseran armada yang dinilai sepihak tanpa koordinasi dengan pekerja.
• Mempertahankan dan mengembalikan delivery order (DO) semen kepada sopir. DO dianggap sebagai hak kerja yang penting untuk kelancaran distribusi logistik.
• Menuntut adanya revisi uang jalan, yang menurut sopir tidak sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Ketiga tuntutan tersebut sempat memicu keresahan di kalangan sopir, karena dianggap menyangkut keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Audiensi Berjalan Kondusif

Koordinator lapangan sekaligus Ketua DPC FSPTI–SPSI Kabupaten Gresik, Nasrul Koroy, menyampaikan bahwa hasil audiensi membawa angin segar bagi para sopir.
“Alhamdulillah audiensi kemarin sore telah selesai dan sudah mencapai kesepakatan. Jadi rencana aksi tidak perlu lagi dilaksanakan, karena tuntutan sudah dibicarakan dan hasilnya dapat diterima,” ujar Nasrul, Senin (22/09/2025).
Ia menambahkan, keputusan ini bukan hanya mencegah terjadinya aksi besar di Tuban, melainkan juga menjaga stabilitas distribusi semen yang sangat vital bagi pasokan pembangunan di berbagai daerah.

Respons Pihak Perusahaan

Corporate Communication PT Semen Indonesia Logistik, Diah, menegaskan bahwa perusahaan terbuka dengan kritik dan masukan dari para pekerja.
“Kalau untuk audiensi sudah dilakukan, para pekerja dan juga perusahaan sudah mencapai titik temu, jadi sudah selesai. Kesepakatan ini disepakati bersama dan diterima oleh semua pihak,” ungkap Diah.
Ia menjelaskan, pihak manajemen akan menjadikan masukan dari pekerja sebagai bahan evaluasi demi perbaikan ke depan. “Untuk saran dan masukan tentu akan kami jadikan evaluasi, yang jelas kesepakatan sudah diterima semua pihak,” tambahnya.

Dampak dan Implikasi

Dengan tercapainya kesepakatan, PT Silog memastikan distribusi logistik semen di wilayah Tuban dan sekitarnya tetap berjalan normal tanpa hambatan. Keputusan sopir untuk menempuh jalur audiensi dinilai sebagai langkah bijak, karena mampu menghindarkan potensi kerugian baik dari sisi perusahaan maupun para pekerja.
Di sisi lain, keberhasilan mediasi ini menunjukkan adanya ruang dialog yang sehat antara buruh dan manajemen. Ke depan, hubungan industrial yang harmonis diharapkan dapat terus terjaga sehingga konflik serupa tidak berujung pada aksi massa yang berpotensi mengganggu iklim usaha.

Situasi Kabupaten Tuban pasca-audiensi dipastikan tetap kondusif. Tidak ada aksi turun ke jalan, dan sopir kembali beraktivitas seperti biasa. Bagi masyarakat, kondisi ini juga menjadi kabar baik karena distribusi logistik semen yang menjadi komoditas vital tidak terganggu. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee