Tuban – Proyek pembangunan saluran air bronjong di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sidak tersebut diikuti jajaran teknis Dinas PUPR-PRKP, perwakilan Kejari Tuban, serta Arif, pemilik CV Cahaya Muda selaku pelaksana proyek yang mengantongi nilai kontrak sekitar Rp9,7 miliar. Kehadiran kejaksaan dalam pengecekan ini memberi sinyal bahwa pemerintah daerah mengambil serius setiap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur publik.
Sorotan Publik Usai Hujan Lebat: Batu Bronjong Keluar dari Anyaman
Proyek bronjong ini mulai disorot sejak hujan deras mengguyur wilayah Montong pada Rabu (12/11/2025). Guyuran hujan tersebut membuat sejumlah batu isian pada bronjong keluar dari jaring kawat, membuka dugaan bahwa konstruksi tidak diisi penuh dan tidak mengikuti standar teknis.
Video serta foto kondisi bronjong tersebut pun beredar di media sosial dan grup percakapan warga, memicu keresahan karena proyek ini menjadi salah satu tumpuan untuk mengurangi potensi banjir di empat desa sekitar.
Temuan Lapangan: Volume Kurang, Ukuran Batu Tidak Sesuai RAB
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR-PRKP Tuban, Sayang Mulyahati Rimbawan, menyebut bahwa pihaknya menemukan sejumlah masalah di tiga titik lokasi pengerjaan.
Sayang mengungkapkan setidaknya dua temuan utama:
• Volume isian bronjong tidak penuh
“Kami menemukan beberapa titik isian bronjong yang kurang penuh. Hal ini akan kami minta untuk segera diisi dan diperbaiki,” tegasnya.
• Ukuran batu tidak sesuai standar kontrak
Batu yang digunakan di beberapa titik tidak memenuhi ukuran minimal 15–30 sentimeter, sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ukuran batu yang terlalu kecil dapat mengurangi kekuatan struktur bronjong dalam menahan tekanan air dan arus saat musim hujan.
Sayang menambahkan bahwa seluruh temuan akan dicatat dan dilaporkan secara resmi kepada pelaksana agar dilakukan perbaikan sesuai kontrak kerja.
Tetap Bernilai Strategis, PUPR-PRKP Ingatkan Pentingnya Perawatan
Meskipun terdapat temuan teknis, Sayang menegaskan bahwa pembangunan bronjong ini memiliki manfaat vital. Proyek ini diproyeksikan menekan risiko banjir yang selama ini kerap melanda kawasan sekitar.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin pada bagian check dam agar tidak dipenuhi sedimentasi lumpur yang dapat menurunkan kapasitas tampungan air.
Pelaksana Proyek Berjanji Lakukan Perbaikan
Menanggapi temuan di lapangan, Arif, pemilik CV Cahaya Muda, mengakui bahwa pihaknya akan segera memperbaiki bagian-bagian yang dinilai tidak sesuai.
Ia menjelaskan bahwa tingginya jumlah paket pekerjaan yang dikerjakan perusahaan dalam waktu bersamaan membuat pengawasan di lapangan tidak semaksimal yang diharapkan.
“Kami akan segera perbaiki apa yang menjadi temuan. Kami pastikan proyek ini kembali sesuai standar,” ujarnya.
Dengan adanya sidak dari Dinas PUPR-PRKP dan Kejari Tuban, masyarakat berharap proses perbaikan dilakukan transparan dan sesuai standar teknis. Proyek penanggulangan banjir bernilai miliaran rupiah tersebut dinilai memiliki dampak besar bagi keselamatan warga, terutama menjelang puncak musim hujan. (Aj)
Editor : Kief












