Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular

- Reporter

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menerima penghargaan Lestari Awards 2026 kategori Circular Economy atas inovasi Nathabumi dalam pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif untuk mendukung ekonomi sirkular serta dekarbonisasi industri semen, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Perwakilan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menerima penghargaan Lestari Awards 2026 kategori Circular Economy atas inovasi Nathabumi dalam pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif untuk mendukung ekonomi sirkular serta dekarbonisasi industri semen, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) kembali menorehkan prestasi di bidang keberlanjutan dengan meraih Lestari Awards 2026 kategori Circular Economy untuk Large Enterprise. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam menerapkan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah industri dan sampah sebagai bahan bakar serta bahan baku alternatif dalam proses produksi semen melalui unit pengelolaan limbah Nathabumi.

Penghargaan itu menjadi capaian perdana Solusi Bangun Indonesia dalam keikutsertaannya di ajang Lestari Awards yang diselenggarakan KG Media Lestari. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Alternative Fuel and Raw Material General Manager Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, pada malam penganugerahan di Jakarta, Rabu (22/07/2026).

Nathabumi Ubah Limbah Menjadi Sumber Daya Bernilai

Melalui Nathabumi, Solusi Bangun Indonesia mengembangkan sistem pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah yang sudah tidak memiliki nilai guna menjadi sumber daya baru untuk mendukung proses produksi semen.

Limbah industri maupun sampah yang memenuhi standar dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif melalui teknologi co-processing di pabrik semen. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam dan bahan bakar fosil sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Selain mengandalkan teknologi, pendekatan Nathabumi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Berkat implementasi tersebut, Nathabumi dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi industri, masyarakat, maupun lingkungan.

Hingga akhir 2025, Solusi Bangun Indonesia telah memanfaatkan 1,98 juta ton limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Perusahaan juga berhasil mencapai Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 15,11 persen melalui penggunaan bahan bakar alternatif sebagai pengganti energi fosil.

Limbah Dipandang Sebagai Sumber Daya

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, menegaskan pengelolaan limbah merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus mendukung transformasi industri menuju operasional yang semakin rendah emisi karbon.

“Bagi kami, limbah bukan semata persoalan yang harus diselesaikan, tetapi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai. Melalui Nathabumi, kami menghubungkan kebutuhan pengelolaan limbah dari berbagai sektor dengan kemampuan industri semen untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif,” ujar Edi.

Menurutnya, keberhasilan penerapan ekonomi sirkular hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Solusi Bangun Indonesia terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah, pelaku industri, pengelola sampah, hingga masyarakat guna memperluas pemanfaatan limbah sebagai sumber daya.

“Lestari Awards menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi kami untuk memperluas dampak Nathabumi. Semakin banyak limbah yang dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi secara bertanggung jawab, semakin besar pula peluang untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan bahan bakar fosil serta mendukung upaya dekarbonisasi industri,” kata Edi.

ESG Harus Diterapkan Secara Nyata

Lestari Awards merupakan ajang penghargaan bagi organisasi dan pelaku usaha yang dinilai berhasil menjalankan inisiatif keberlanjutan dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Malam penganugerahan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, serta Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Dalam sambutannya, Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Pelaku bisnis dan industri memiliki peran penting dalam memajukan teknologi, mendorong inovasi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Praktik ESG tidak boleh berhenti sebagai jargon atau visi dan misi perusahaan, tetapi harus diwujudkan melalui penerapan yang nyata,” tegasnya.

Dukung Target Net Zero Emission

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan teknologi, kapasitas, dan kolaborasi dalam pengelolaan limbah melalui Nathabumi.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif, memperkuat penerapan ekonomi sirkular, mendukung dekarbonisasi industri, serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2050 di sektor industri semen, bahkan lebih cepat. (Az)

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru