Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

SBI Tuban Bekali Warga Keterampilan Sablon, Dorong Lahirnya Usaha Baru

- Reporter

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengikuti program pelatihan sablon (gambar : ist.)

Warga mengikuti program pelatihan sablon (gambar : ist.)

Tuban – Peluang usaha di sektor ekonomi kreatif semakin terbuka lebar. Kebutuhan sablon untuk kaos komunitas, atribut kegiatan hingga kemasan dan materi promosi produk UMKM menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menambah penghasilan.

Melihat peluang tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban menggandeng UPT Balai Latihan Kerja Industri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (BLKI) Kabupaten Tuban untuk membekali masyarakat sekitar pabrik dengan keterampilan sablon atau screen printing. Pelatihan tersebut digelar di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri, Senin (07/09/2026), dan diikuti pemuda serta pelaku usaha mikro dari enam desa di sekitar wilayah operasional Pabrik Tuban. Enam desa tersebut meliputi Desa Glondonggede, Sawir, Karangasem, Mliwang, Kedungrejo, dan Merkawang.

Pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik. Program tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi peluang usaha secara mandiri. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari dasar pembuatan desain, penyiapan media cetak melalui proses afdruk, hingga praktik penyablonan secara manual.

Community Relations & General Affairs Manager SBI Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan pengembangan keterampilan masyarakat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami ingin pelatihan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga melihat keterampilan tersebut sebagai peluang untuk menciptakan penghasilan dan bahkan membuka usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Menurut Yunani, kolaborasi dengan BLKI menjadi penting karena peserta memperoleh pembelajaran dari instruktur berpengalaman dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif. Keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk menangkap kebutuhan pasar yang ada di lingkungan sekitar.

“Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta dapat menangkap peluang pasar yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari kebutuhan kaos dan atribut komunitas hingga mendukung UMKM lokal dalam membuat kemasan maupun materi promosi produknya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLKI Tuban, Totok Ridwan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan praktis dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha secara mandiri.

“Kebutuhan akan keterampilan yang bisa langsung diterapkan menjadi peluang usaha sangat penting. Karena itu, kami tidak hanya memberikan materi dengan standar industri, tetapi juga siap mendukung peserta melalui pendampingan setelah pelatihan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar dimanfaatkan,” katanya.

Antusiasme juga disampaikan salah seorang peserta, Widik Dwi, warga Desa Mliwang. Ia mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus bekal yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Keterampilan sablon yang saya dapat bisa menjadi bekal untuk memulai usaha dan menambah penghasilan,” ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, SBI dan BLKI Tuban berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan.

Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha baru, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program pelatihan sablon ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SBI, khususnya dalam pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (As/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Sidak 24 Personel Satresnarkoba Polres Bojonegoro Jalani Tes Urine
PN Tuban Lakukan Constatering, Aset Kepala Desa Temandang Sebelum Dilakukan Proses Eksekusi
Warga Socorejo Geruduk PT IMB Tuban, Dampak Bau Limbah
Pemuda Asal Mliwang Ditemukan Meninggal di Rumah Kakaknya di Kerek
Satgas Pangan Tuban, Sidak Pedagang
Setelah Dimutasi dari Kejari Tuban ke Kejati Jatim, EDP Akhirnya Buka Suara
Kemarau Makin Panjang, 18 Desa di Tuban Mulai Krisis Air Bersih
Warga Socorejo Keluhkan Bau Menyengat, Pemdes Minta PT IMB Buka Klarifikasi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:15 WIB

Sidak 24 Personel Satresnarkoba Polres Bojonegoro Jalani Tes Urine

Rabu, 9 September 2026 - 21:59 WIB

PN Tuban Lakukan Constatering, Aset Kepala Desa Temandang Sebelum Dilakukan Proses Eksekusi

Rabu, 9 September 2026 - 21:28 WIB

Warga Socorejo Geruduk PT IMB Tuban, Dampak Bau Limbah

Rabu, 9 September 2026 - 20:28 WIB

Pemuda Asal Mliwang Ditemukan Meninggal di Rumah Kakaknya di Kerek

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

SBI Tuban Bekali Warga Keterampilan Sablon, Dorong Lahirnya Usaha Baru

Berita Terbaru

Wakapolres Bojonegoro Kompol. Ferry Dharmawan memantau pemeriksaan didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP. Harjo. (Gambar : ist.)

Hukum Kriminal

Sidak 24 Personel Satresnarkoba Polres Bojonegoro Jalani Tes Urine

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:15 WIB

Warga geruduk PT Indo Mina Bahari akibat bau limbah (09/09/2026) (gambar : Moh. Said)

Daerah

Warga Socorejo Geruduk PT IMB Tuban, Dampak Bau Limbah

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:28 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu