KOTA BATU, MALANG, JATIM – Sebuah lahan pertanian di Dusun Sabrangbendo, Desa Giripurno, Kota Batu, mengalami ambles. Fenomena ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas tambang batu yang berlangsung di bawah lokasi tersebut.
Lubang menganga akibat tanah ambles yang terbentuk di tengah lahan sayur milik warga memiliki diameter sekitar 7 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter. Insiden ini pertama kali diketahui dua pekan lalu.
Didik, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa tanah ambles terjadi saat hujan, ketika tidak ada aktivitas di lahan pertanian. Kejadian ini membuat para petani khawatir akan kemungkinan longsor susulan, terutama di musim hujan.
“Saat itu hujan deras, lahan kosong tanpa aktivitas. Tiba-tiba tanahnya ambles. Kami, para petani, sangat khawatir kalau ada kejadian susulan,” ungkap Didik, Rabu (25/12/2024).
Warga Lapor ke Perangkat Desa Terkait Tanah Ambles
Didik juga mengungkapkan bahwa di bawah lahan tersebut terdapat lubang galian besar akibat tambang batu yang diduga ilegal. Perangkat desa telah menerima laporan dan berjanji untuk segera melakukan mediasi.
“Kemarin, Kepala Dusun sudah meninjau lokasi dan melaporkannya ke desa. Katanya akan ada mediasi segera,” jelasnya.
Petani Mendesak Tambang Ditutup
Para petani setempat mendesak agar aktivitas tambang dihentikan. Selain berpotensi membahayakan keselamatan warga, tambang juga mengancam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.
“Kalau longsor terjadi lagi, bisa berdampak ke pipa HIPAM yang menyalurkan air untuk warga. Kami berharap tambang segera ditutup,” ujar Didik.
Tambang Beroperasi Selama 20 Tahun
Menurut Nur Kholis, warga lainnya, tambang tersebut telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Aktivitasnya dilakukan secara manual, menggunakan alat sederhana seperti linggis dan cangkul.
“Tambang ini beroperasi setiap hari kecuali Minggu. Pemiliknya adalah warga Desa Giripurno. Dulu pernah ada mediasi, tapi tambang tetap beroperasi,” tutur Nur Kholis.
Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Kabupaten Malang
Dampak Tanah Ambles
Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan tambang ilegal ini. Selain untuk menghindari bencana yang lebih besar, penghentian tambang juga diharapkan dapat melindungi sumber penghidupan utama petani di kawasan tersebut.
Editor : Agus Susanto












