Tanah Pertanian di Kota Batu Ambles, Diduga Akibat Aktivitas Tambang Batu

- Reporter

Kamis, 26 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubang menganga yang terbentuk di tengah lahan sayur milik warga,(Ist).

Lubang menganga yang terbentuk di tengah lahan sayur milik warga,(Ist).

KOTA BATU, MALANG, JATIM – Sebuah lahan pertanian di Dusun Sabrangbendo, Desa Giripurno, Kota Batu, mengalami ambles. Fenomena ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas tambang batu yang berlangsung di bawah lokasi tersebut.

Lubang menganga akibat tanah ambles yang terbentuk di tengah lahan sayur milik warga memiliki diameter sekitar 7 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter. Insiden ini pertama kali diketahui dua pekan lalu.

Didik, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa tanah ambles terjadi saat hujan, ketika tidak ada aktivitas di lahan pertanian. Kejadian ini membuat para petani khawatir akan kemungkinan longsor susulan, terutama di musim hujan.

“Saat itu hujan deras, lahan kosong tanpa aktivitas. Tiba-tiba tanahnya ambles. Kami, para petani, sangat khawatir kalau ada kejadian susulan,” ungkap Didik, Rabu (25/12/2024).

Warga Lapor ke Perangkat Desa Terkait Tanah Ambles

Didik juga mengungkapkan bahwa di bawah lahan tersebut terdapat lubang galian besar akibat tambang batu yang diduga ilegal. Perangkat desa telah menerima laporan dan berjanji untuk segera melakukan mediasi.

“Kemarin, Kepala Dusun sudah meninjau lokasi dan melaporkannya ke desa. Katanya akan ada mediasi segera,” jelasnya.

Petani Mendesak Tambang Ditutup

Para petani setempat mendesak agar aktivitas tambang dihentikan. Selain berpotensi membahayakan keselamatan warga, tambang juga mengancam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.

“Kalau longsor terjadi lagi, bisa berdampak ke pipa HIPAM yang menyalurkan air untuk warga. Kami berharap tambang segera ditutup,” ujar Didik.

Tambang Beroperasi Selama 20 Tahun

Menurut Nur Kholis, warga lainnya, tambang tersebut telah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Aktivitasnya dilakukan secara manual, menggunakan alat sederhana seperti linggis dan cangkul.

“Tambang ini beroperasi setiap hari kecuali Minggu. Pemiliknya adalah warga Desa Giripurno. Dulu pernah ada mediasi, tapi tambang tetap beroperasi,” tutur Nur Kholis.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Kabupaten Malang

Dampak Tanah Ambles

Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan tambang ilegal ini. Selain untuk menghindari bencana yang lebih besar, penghentian tambang juga diharapkan dapat melindungi sumber penghidupan utama petani di kawasan tersebut.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB