Tembus 1.652 Kasus, Masalah Ekonomi Jadi Biang Utama Perceraian di Tuban

- Reporter

Jumat, 24 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Faktor ekonomi menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian di Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Cinta ternyata tak selalu cukup untuk membuat rumah tangga bertahan lama. Di Kabupaten Tuban, persoalan ekonomi masih menjadi penyebab utama kandasnya ikatan pernikahan. Data Pengadilan Agama (PA) Tuban menunjukkan, dari total 1.652 perkara perceraian sepanjang Januari hingga September 2025, sebanyak 948 kasus di antaranya disebabkan oleh tekanan ekonomi.

Masalah Ekonomi Masih Jadi Faktor Utama

Panitera Muda PA Tuban, Wawan, mengatakan bahwa pihaknya mencatat ada 13 faktor yang menjadi alasan perceraian, mulai dari perselingkuhan, kekerasan rumah tangga (KDRT), hingga pindah agama. Namun, persoalan ekonomi tetap menjadi yang paling dominan.
“Dari semua faktor tersebut, masalah perekonomian masih mendominasi penyebab perceraian,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Tekanan Hidup Picu Pertengkaran dan Perpisahan

Menurutnya, beban ekonomi yang semakin berat kerap menjadi pemicu pertengkaran dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Banyak pasangan yang pada awalnya bisa bertahan, namun akhirnya menyerah ketika kebutuhan hidup tak bisa terpenuhi.
“Sementara di posisi kedua karena pertengkaran atau perselisihan,” tambahnya.
Dari data yang dihimpun PA Tuban, lonjakan tertinggi kasus perceraian terjadi pada bulan Juli, dengan total 254 perkara, sementara angka terendah tercatat pada bulan Februari. Meski fluktuatif, tren perceraian di Tuban cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Pernikahan Muda Rentan Gagal

Wawan juga mengingatkan pasangan muda untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan menikah tanpa kesiapan finansial dan mental yang matang. Ia menilai, sebagian besar pasangan yang bercerai justru berada pada usia pernikahan di bawah lima tahun.
“Kami menghimbau bagi yang belum menikah agar mematangkan dulu niat, tekad, dan kesiapan hatinya. Bagi yang sudah menikah, jaga komitmen dan komunikasi agar tidak sampai berujung perceraian,” imbaunya.

Ketahanan Keluarga Jadi Tantangan Sosial

Fenomena tingginya perceraian akibat faktor ekonomi di Tuban mencerminkan tantangan sosial yang dihadapi keluarga kelas menengah ke bawah.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan minimnya lapangan kerja, banyak keluarga harus berjuang keras menjaga stabilitas ekonomi sekaligus keharmonisan rumah tangga.
Masalah ini sekaligus menjadi gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat, terutama kalangan menengah kebawa. Diharapkan pemerintah daerah dan lembaga sosial dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi keluarga serta pendidikan pranikah, agar ketahanan keluarga di Tuban tidak terus rapuh oleh tekanan ekonomi. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Gagal Total di Tengah Euforia: Kirab Kimsin Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Tersandung Izin
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:22 WIB

Gagal Total di Tengah Euforia: Kirab Kimsin Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Tersandung Izin

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version