Kabupaten Tuban dan Tantangan Kemiskinan di Tangan Bupati Muda dengan Kekayaan 12 Miliar

- Reporter

Minggu, 13 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky,(Ist).

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky,(Ist).

Tuban – Aditya Halindra Faridzky, yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Lindra, memulai periode keduanya sebagai Bupati Tuban sejak awal 2025. Di usianya yang baru menginjak 32 tahun, ia telah memimpin salah satu wilayah di Jawa Timur dengan tantangan sosial yang kompleks, termasuk persoalan kemiskinan yang masih belum tuntas.

Bupati Muda dari Keluarga Politik

Mas Lindra lahir pada 15 April 1992 di Surabaya. Ia berasal dari keluarga dengan pengaruh kuat dalam dunia politik. Ibunya, Haeny Relawati Rini Widyastuti, pernah menjabat sebagai Bupati Tuban selama dua periode, sementara sang ayah, Ali Hasan, merupakan pengusaha dan politisi dari Partai Golkar. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Airlangga, dan ia sempat meniti karier sebagai anggota DPRD Jawa Timur sebelum akhirnya terpilih menjadi bupati.

Kekayaan Pribadi yang Mengundang Perhatian

Dalam laporan kekayaan terakhir yang disampaikan ke KPK (LHKPN 2023), Mas Lindra tercatat memiliki harta senilai Rp12,4 miliar. Menariknya, mayoritas kekayaan tersebut berbentuk simpanan tunai. Ia hanya memiliki satu motor dan sebidang tanah di Malang, tanpa kepemilikan mobil ataupun utang. Transparansi ini mendapat apresiasi, tetapi juga menjadi bahan diskusi publik terkait gaya hidup dan efektivitas pemimpin daerah di tengah tingginya angka kemiskinan.

Penurunan Kemiskinan yang Belum Signifikan

Meski pemerintahannya mencatat penurunan angka kemiskinan, perubahan itu masih terbilang kecil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, tingkat kemiskinan menurun dari 14,91% pada 2023 menjadi 14,36% pada 2024. Meski tren ini positif, posisi Tuban tetap berada di daftar lima kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Penurunan setengah persen itu menandakan adanya upaya, namun belum cukup kuat untuk menjawab akar persoalan, seperti ketimpangan distribusi pendapatan, minimnya industrialisasi di pedesaan, serta keterbatasan akses lapangan kerja yang berkualitas.

Reformasi Administratif vs Realita Sosial

Dalam bidang administrasi pemerintahan, Mas Lindra berhasil mengantarkan Kabupaten Tuban meraih predikat “A” dalam reformasi birokrasi dari Kemenpan RB. Namun, keberhasilan ini belum sepenuhnya dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat miskin. Sektor informal masih mendominasi ekonomi daerah, dan banyak warga bergantung pada pertanian subsisten dengan hasil yang tak menentu.

Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2025-2030

Baca juga: Efisiensi Anggaran Capai Rp50 Miliar, Bupati Tuban Targetkan Program MBG Rampung di Tahun 2025

Akankah Periode Kedua Lebih Berani?

Publik berharap periode kedua ini tak hanya fokus pada pembenahan birokrasi, tetapi juga berani mengeksekusi kebijakan yang menyasar langsung penyebab kemiskinan. Dari reformasi anggaran, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga optimalisasi bantuan sosial berbasis data riil.

Di tengah tingginya harapan dan sorotan publik, tantangan terbesar Mas Lindra bukan lagi soal citra, melainkan hasil nyata. Mampukah ia mengangkat kesejahteraan rakyat kecil? Periode keduanya harus menjadi momentum menjawab tantangan itu.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee