Usai Diamankan Polisi, Tambang Diduga Ilegal di Tuban Kembali Beroperasi

- Reporter

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satreskrim Polres Tuban, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait tambang diduga ilegal di Kecamatan Bancar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Satreskrim Polres Tuban, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait tambang diduga ilegal di Kecamatan Bancar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kerusakan lingkungan tak menghentikan para penambang yang diduga ilegal melakukan penambangan di wilayah Kabupaten Tuban. Di Kecamatan Bancar, aktivitas tambang yang sempat terhenti usai dua pekerjanya diamankan polisi kini kembali beroperasi. Warga menyebut pengelola tambang bahkan sudah berganti, sementara aparat kepolisian belum memberikan penjelasan resmi.

Penangkapan Menjelang Hari Bhayangkara

Dua hari menjelang peringatan Hari Bhayangkara, 29 Juni 2025 lalu, dua pekerja tambang diduga ilegal di Dusun Kebonagung, Desa Latsari, Kecamatan Bancar ditangkap oleh sejumlah orang berpakaian preman (yang diduga aparat kepolisian). Sejumlah alat berat yang digunakan untuk menggali pasir silika juga ikut diamankan, dan aktivitas pertambangan berhenti untuk sementara waktu.
“Beberapa hari memang berhenti, saya kira sudah selesai karena ditangkap. Ternyata cuma ganti orang saja,” ungkap seorang warga berinisial A kepada Liputansatu.id, Sabtu (13/09/2025).

Berganti Pengelola, Aktivitas Kembali Jalan

Menurut warga, tambang tersebut awalnya dikelola oleh CV Technical Group Mining dengan fokus menggali pasir silika. Setelah adanya penangkapan, masyarakat menduga aktivitas itu tidak akan berlanjut. Namun, kenyataannya lokasi tambang kembali bergeliat dengan pengelola baru yang hingga kini belum jelas identitasnya.
“Warga mengira sudah berhenti total, ternyata hanya berpindah tangan. Jadi tetap saja merusak, hanya beda orang yang jalankan,” tambah warga tersebut.

Lingkungan Desa Semakin Terkikis

Kondisi lingkungan di sekitar tambang disebut semakin memprihatinkan. Lubang galian makin melebar, sementara pemukiman warga hanya tersisa di beberapa titik. Gambaran yang muncul, desa itu seolah dikepung kawah besar hasil galian tambang.
“Kondisi desa kami seperti rumah berdiri di atas cendawan besar. Pemukiman dikelilingi lubang, tanpa memikirkan keselamatan,” ujar A.
Ia mengaku khawatir jika hujan deras datang akan memicu longsor. Tanah yang terus digali tanpa kajian teknis dan tanpa memperhatikan keselamatan membuat warga semakin resah.

Aparat Masih Bungkam

Hingga kini, Satreskrim Polres Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan dua pekerja tambang maupun tindak lanjut kasus tersebut. Liputansatu.id telah berupaya menghubungi Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander serta Kanit Tipidter Ipda I Made Riyandika, namun keduanya belum memberikan jawaban.

Jika benar tambang tersebut ilegal, mengapa bisa kembali beroperasi setelah ada penangkapan? Bagaimana status hukum pengelola lama, dan apakah ada proses penyidikan yang berjalan?
Di sisi lain, warga semakin dirugikan dengan kerusakan lingkungan yang makin parah. Pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum diharapkan untuk memberikan penjelasan sekaligus langkah nyata dalam menertibkan tambang yang diduga ilegal yang beroperasi di Tuban. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee