SURABAYA, JATIM – Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 15.30 WIB menyebabkan sejumlah wilayah di Surabaya terendam banjir. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah tegas dengan menutup beberapa pintu air di pusat kota guna mencegah banjir semakin meluas.
Eri menyebutkan bahwa banjir dan genangan air terpantau di berbagai lokasi, seperti Gayungan, Ketintang, Margorejo, dan Jalan Kartini. Curah hujan yang tinggi selama hampir empat jam menjadi penyebab utama kondisi tersebut.
Untuk mempercepat surutnya banjir dan mencegah penyebaran ke kawasan lain, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyedot air dan mengalirkan air ke sungai terdekat.
Koordinasi Pintu Air untuk Cegah Banjir Lebih Parah
Wali Kota Eri menegaskan pentingnya menutup pintu air yang mengarah ke pusat kota, termasuk yang menuju Kalimas. Jika dibiarkan terbuka, air berpotensi membuat kawasan tengah kota tenggelam.
“Kita sudah koordinasi agar pintu air tidak dibuka semua. Kalau dibuka, Surabaya bisa kelem (tenggelam),” ujarnya pada Selasa (24/12/2024).
Surabaya Selatan Terdampak Paling Parah
Eri menjelaskan, kawasan Surabaya Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah akibat intensitas hujan yang tinggi dan belum reda hingga malam hari. Di beberapa titik, seperti Dharmawangsa dan Srikana, permukaan air sungai sudah mendekati batas maksimal.
“Ketinggian air di Wonorejo saja sudah mencapai 185 cm. Sungai-sungai besar sudah tidak mampu menampung air lagi,” tambahnya.
Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Guyur Surabaya, Beberapa Titik Dilanda Banjir
Sungai Surabaya Penuh Akibat Limpasan dari Daerah Lain
“Aliran air dari wilayah lain menuju Surabaya, dan sungai-sungai kita sudah tidak mampu menampung air. Sekarang, kita hanya bisa menunggu hujan reda,” tutup Eri.
Editor : Agus Susanto












