Warga Kepohagung Desak Copot Kades, Diduga Gelapkan Dana Desa Rp1,1 Miliar

- Reporter

Selasa, 28 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Aksi warga Desa Kepohagung tuntut copot Kades atas dugaan keterlibatan penggelapan Dana Desa, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban — Ratusan warga Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kecamatan Plumpang, Selasa (28/10/2025). Mereka menuntut Kepala Desa Kepohagung, Dono Samuri, segera dicopot dari jabatannya karena diduga menggelapkan dana desa senilai lebih dari Rp1,1 miliar.

Dugaan Penggelapan Dana HIPPA

Warga menuding Dono telah menggelapkan uang desa senilai Rp1.135.729.000, yang berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan kas HIPPA sebesar Rp845,7 juta, serta dana para investor HIPPA senilai Rp290 juta.
Alih-alih memberikan klarifikasi, Dono justru menghilang selama beberapa bulan. Namun, ia masih terlihat beraktivitas di desa tanpa memberikan penjelasan kepada warga, sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat.

Aksi Massa Menuntut Pemberhentian

Aksi dimulai dari balai desa Kepohagung dengan long march menuju kantor kecamatan. Massa membawa spanduk dan berorasi menuntut agar Dono segera diberhentikan.
Koordinator aksi, Ahmad Ikhyar, menyebut warga sudah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Dono.
“Aksi ini kami lakukan agar kades segera dicopot. Dia sudah tidak layak memimpin desa,” tegasnya.
Ikhyar juga mengungkap, dalam pertemuan di Inspektorat, Dono sempat memberikan keterangan berbeda terkait dana yang dibawanya.
“Pernyataannya berubah-ubah. Padahal sebelumnya dia mengaku membawa uang itu,” ujarnya.

Tiga Kali Teguran Diabaikan

Camat Plumpang, Syaefiyudin, membenarkan bahwa pihaknya telah mengirimkan tiga kali surat peringatan kepada Dono, namun tidak pernah diindahkan. Karena itu, pihak kecamatan mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memproses pemberhentian sementara terhadap Dono.
“Kami dorong BPD menindaklanjuti pemberhentian sementara. Proses hukumnya tetap berjalan melalui kajian Inspektorat dan aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia juga meminta warga agar tetap menjaga ketertiban selama proses hukum berlangsung.

Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko, menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti instruksi camat dan terus memantau perkembangan kasus tersebut.
“Kami terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Pengawasan tetap kami lakukan,” tandasnya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version