Warga Kesamben Tuban Desak Transparansi BUMDes, Dugaan Penggelapan Dana Rp186 Juta Mengemuka

- Reporter

Senin, 15 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Dalam audiensi warga bersama Pemdes Kesamben, mencuat dugaan penggelapan anggaran BUMDes, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Keresahan serius disuarakan warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, terkait dugaan ketidaktransparanan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur Sentosa beserta unit usahanya, Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Unggul Tani.
Kecurigaan warga memuncak setelah laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan BUMDes dan HIPPAM dinilai tidak disampaikan secara terbuka serta tidak memberikan kejelasan. Kondisi tersebut mendorong puluhan warga mendatangi Balai Desa Kesamben untuk menyampaikan protes dalam forum audiensi yang digelar pada Senin (15/12/2025).

Audiensi Digelar, Warga Sampaikan Keberatan

Audiensi tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Kepala Desa Kesamben Nugroho Priyo Susilo, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BUMDes, serta pengurus HIPPAM. Dalam forum itu, warga menyampaikan sejumlah keberatan terkait pengelolaan keuangan dan minimnya transparansi.
Berdasarkan hasil penelusuran warga, muncul dugaan penggelapan dana dengan nilai mencapai Rp186.334.000. Dugaan tersebut menguat lantaran tidak adanya rincian penggunaan anggaran yang dapat diakses masyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pengelolaan BUMDes dan HIPPAM.

Pengelolaan Sumur Bor Jadi Sorotan

Perwakilan warga, Lis, menyebut salah satu sorotan utama adalah pengelolaan sumur bor yang dikelola melalui BUMDes dan HIPPAM. Ia menegaskan, selama lima kali masa panen, tidak pernah ada laporan atau pertanggungjawaban yang disampaikan kepada warga maupun pemerintah desa.
“Selama lima kali panen tidak ada pertanggungjawaban sama sekali. Bahkan saat LPJ yang digelar beberapa waktu lalu, masih banyak kejanggalan yang kami rasakan,” ujar Lis usai audiensi.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat dan memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana.

Warga Desak Transparansi, Ancam Tempuh Jalur Hukum

Lis menegaskan, warga mendesak pengurus BUMDes Kesamben untuk bersikap terbuka dan transparan terkait pengelolaan keuangan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, warga menyatakan siap membawa dugaan penggelapan dana ratusan juta rupiah tersebut ke jalur hukum.
“Harapan kami sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Karena itu kami minta segera diadakan musyawarah khusus untuk membahas persoalan ini,” tegasnya.

Pj Kades Janji Fasilitasi Musyawarah

Sementara itu, Pj Kepala Desa Kesamben Nugroho Priyo Susilo mengapresiasi langkah warga yang masih mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada warga karena masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Pemerintah desa akan memfasilitasi keluhan ini untuk dibahas dalam forum musyawarah,” katanya saat dikonfirmasi di kantornya.
Ia berharap, forum musyawarah yang akan digelar ke depan dapat menjadi ruang terbuka untuk mengurai seluruh persoalan, sekaligus menjadi titik awal perbaikan tata kelola BUMDes agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:02 WIB

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version