Tuban – Enam siswa SMKN Palang Tuban mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap ransum Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu siang (24/09/2025).
Beberapa siswa mengeluh mual, lemas, bahkan muntah darah tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Juharti (50), orang tua dari Siti Khoirun Nisa (12), mengaku mendapat kabar dari guru bahwa anaknya dilarikan ke RSUD dr. Koesma Tuban.
“Anak saya sampai muntah darah dan lemas,” ungkap Juharti.
Dalam ransum MBG yang dibagikan hari itu, terdapat nasi goreng, telur, dan buah anggur.
Keterangan Siswa dan Saksi
Salah seorang siswa yang ikut mengantar temannya ke rumah sakit mengaku juga memakan ransum MBG, namun tidak mengalami gejala keracunan.
“Iya, tadi saya ikut makan, cuma saya nggak mual,” ujarnya kepada LiputanSatu.id.
Hingga sore hari, total enam siswa dilaporkan mengalami gejala serupa. Lima di antaranya perempuan, dan satu laki-laki.
Korban Diduga Keracunan MBG
Berdasarkan data yang dihimpun LiputanSatu.id, nama-nama siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan adalah,Francce Lina Aulia,Hijriyatul Nasyi’in,Siti Khoirun Nisa,Lira Firna,Achmad Ilqo Atto’illah dan Kristin.
Tiga siswa pertama sempat dibawa ke IGD Puskesmas Palang setelah mengalami mual dan muntah, namun kondisi tidak membaik sehingga dirujuk ke RSUD dr. Koesma Tuban. Dua siswa lain, Francce Lina dan Achmad Ilqo, juga dirujuk setelah gejala serupa. Menyusul kemudian, satu siswi bernama Kristin turut dilarikan ke RSUD.
Tanggapan Dinas Kesehatan
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Tuban, drg. Roikan, membenarkan adanya sejumlah siswa yang dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi ransum MBG.
“Ditunggu hasil pemeriksaan rumah sakit dulu ya,” ungkapnya singkat saat dimintai keterangan.
Pihak Sekolah dan SPPG Belum Memberi Penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN Palang Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Awak media yang mencoba mengonfirmasi mendapat penolakan dari pihak sekolah.
Sementara itu, pihak Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, juga belum bersedia memberikan pernyataan resmi. Awak media yang mendatangi kantor SPPG tidak mendapat tanggapan. (Az)
Editor : Kief












