Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

8 Bulan Menunggu, Insentif Ratusan Guru PAUD Tuban Belum Cair, DPRD Soroti Lambannya SK Bupati

- Reporter

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan guru PAUD di Kabupaten Tuban masih menunggu pencairan insentif dari APBD 2026 yang hingga akhir Agustus belum terealisasi karena masih menunggu SK Bupati, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ratusan guru PAUD di Kabupaten Tuban masih menunggu pencairan insentif dari APBD 2026 yang hingga akhir Agustus belum terealisasi karena masih menunggu SK Bupati, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Harapan ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Tuban untuk menerima insentif dari APBD 2026 kembali harus tertunda. Hingga memasuki pekan terakhir Agustus 2026, dana insentif yang menjadi hak para guru itu belum juga dicairkan.

Keterlambatan pencairan ini memicu sorotan DPRD Tuban. Komisi IV menilai lambannya proses administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban membuat para guru PAUD harus menunggu hampir delapan bulan untuk menerima insentif yang sangat dibutuhkan, baik untuk kebutuhan operasional pendidikan maupun kebutuhan ekonomi keluarga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pencairan insentif masih terganjal proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Tuban. SK tersebut menjadi dasar penetapan daftar penerima insentif sebelum anggaran bisa dicairkan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Asep Nur Hidayat, mengatakan berdasarkan hasil rapat dengan pihak terkait, pencairan insentif diperkirakan baru bisa dilakukan pada awal September 2026 karena masih menunggu selesainya proses verifikasi data dan penerbitan SK Bupati.

“Informasi yang saya terima waktu rapat, baru akan dicairkan awal bulan depan karena masih menunggu SK Bupati. Keterlambatan ini alasannya menunggu verifikasi data,” ujar Asep Nur Hidayat, Senin (24/08/2026).

Menurut Asep, persoalan ini seharusnya tidak terjadi. Ia menilai proses verifikasi data penerima insentif mestinya sudah diselesaikan sebelum tahun anggaran 2026 dimulai. Dengan begitu, ketika APBD mulai berjalan, anggaran bisa langsung disalurkan kepada para guru tanpa harus menunggu berbulan-bulan.

Politisi yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban itu menyayangkan keterlambatan administrasi yang berdampak langsung terhadap hak tenaga pendidik PAUD. Ia menegaskan para guru telah menjalankan tugas mendidik anak usia dini, sehingga hak mereka seharusnya tidak tertunda hanya karena persoalan administrasi.

“Seharusnya kejadian seperti ini tidak perlu ada. Verifikasi itu mestinya sudah selesai pada 2025 lalu, jadi begitu APBD 2026 jalan, anggaran langsung bisa cair ke guru,” tegasnya.

Selain keterlambatan pencairan, DPRD juga menyinggung janji politik mengenai kenaikan nominal insentif guru PAUD yang pernah disampaikan Bupati Tuban pada 2024. Namun, saat dimintai tanggapan mengenai realisasi janji tersebut, Asep memilih menyerahkan penjelasannya kepada Bupati Tuban.

“Kalau soal janji politik kenaikan itu, silakan ditanyakan langsung ke yang bersangkutan (Bupati, red),” tandasnya.

Kini, ratusan guru PAUD di Kabupaten Tuban hanya bisa berharap pencairan benar-benar terealisasi pada awal September mendatang. Setelah hampir delapan bulan menunggu, kepastian pencairan insentif menjadi hal yang paling dinantikan para tenaga pendidik.

Bagi guru PAUD, insentif dari APBD bukan sekadar tambahan penghasilan. Dana tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi sejak usia dini, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan operasional pembelajaran dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena itu, mereka berharap janji pencairan pada awal September tidak kembali tertunda akibat persoalan administrasi. (Az)

Berita Terkait

Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam
Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban
Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki
Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba
Sambung Roso : Ruang Komunikasi Polresta Tuban Untuk Keamanan Berkendara dengan Ojol
Warga Geruduk Kejari Tuban, Desak Keterbukaan Pemeriksaan Kasus Suap Perkara CK
R-BES Siapkan Program Pengantaran Pasien Tak Mampu
Terobos Lampu Merah, Mobil Innova Sebabkan Satu Korban Tewas di Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:26 WIB

Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam

Sabtu, 12 September 2026 - 22:17 WIB

Akibat Putung Rokok, Gubuk dan Tumpukan Kulit Jagung Terbakar di Tuban

Jumat, 11 September 2026 - 20:53 WIB

Limbah Septic Tank Lapas Pasuruan Bocor, DLH Dilibatkan dan Instalasi Langsung Diperbaiki

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

Jumat, 11 September 2026 - 19:19 WIB

Sambung Roso : Ruang Komunikasi Polresta Tuban Untuk Keamanan Berkendara dengan Ojol

Berita Terbaru

Para pemateri gerakan perangi narkoba bersama para siswa di Tulungagung (gambar : Hendra)

Pendidikan

Pelajar Rejotangan Diajak Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:32 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu