Tuban – Sebanyak 40 warga belajar PKBM Adhyaksa Tuban mengikuti prosesi wisuda di Gedung Korpri Tuban, Selasa (06/10/2026). Mereka merupakan warga yang mengikuti pendidikan melalui jalur nonformal setelah sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.
Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Kajari Tuban Ujang Sutisna, serta Ketua DPRD Tuban Sugiantoro. Wisuda menjadi penanda telah diselesaikannya salah satu tahapan pendidikan yang ditempuh para warga belajar.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, pendidikan tidak berhenti setelah warga belajar menerima ijazah. Menurutnya, pengetahuan yang telah diperoleh perlu dilanjutkan dengan pengembangan keterampilan agar dapat menjadi bekal bagi para lulusan.
“Kami berterima kasih atas ikhtiar dari Kejaksaan dan PKBM Adhyaksa. Pemkab Tuban siap terus memberikan peningkatan dalam pelaksanaan pendidikan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Tuban akan mengoptimalkan aset daerah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengajaran di PKBM Adhyaksa. Pendampingan serta pelatihan juga akan diberikan melalui perangkat daerah sesuai kebutuhan warga belajar.
Pemerintah daerah juga akan membuka akses informasi mengenai berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Sumber daya manusia dari perangkat daerah terkait akan dilibatkan untuk memberikan pelatihan sesuai kebutuhan.
Selain pelatihan, Pemkab Tuban akan memfasilitasi hubungan antara lulusan PKBM Adhyaksa dengan dunia usaha. Fasilitasi tersebut dapat berupa program pemagangan maupun peluang pekerjaan yang disesuaikan dengan kompetensi lulusan.
“Setelah lulus, jangan berhenti sampai di sini. Kami akan membantu memberikan pendampingan dan pelatihan. Kita juga akan menjembatani dengan perusahaan, baik untuk pemagangan maupun potensi pekerjaan,” jelasnya.
Dukungan pemerintah juga mencakup administrasi kependudukan. Para lulusan akan mendapatkan kemudahan dalam pembaruan data kependudukan, termasuk pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pembaruan jenjang pendidikan.
Sementara itu, Kajari Tuban Ujang Sutisna menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi motivasi bagi para lulusan, keluarga, serta masyarakat untuk terus meningkatkan pendidikan.
“Selamat kepada seluruh warga belajar yang hari ini diwisuda. Ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi anak cucu dan warga masyarakat lainnya,” tuturnya.
Ujang mengatakan, Kejaksaan Negeri Tuban berkomitmen meningkatkan kualitas PKBM Adhyaksa. Pengembangan tersebut mencakup jumlah peserta didik, kurikulum, serta pengembangan soft skill.
Upaya tersebut, kata dia, merupakan bagian dari dukungan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tuban.
Selain pengembangan pendidikan, Kejaksaan Negeri Tuban juga akan memberikan edukasi hukum kepada warga belajar. Para jaksa akan dilibatkan untuk memberikan pemahaman mengenai hukum sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
“Ketika kesadaran hukum meningkat, kita berharap kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.
Wakil Kepala PKBM Adhyaksa Tuban Cipnal Muchlip menjelaskan, lembaga tersebut dirintis sejak 2020 sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat yang sempat putus sekolah.
Saat ini, PKBM Adhyaksa Tuban memiliki 18 tutor dengan total 233 warga belajar. Proses pembelajaran tidak hanya dilakukan secara klasikal, tetapi juga melalui kegiatan outing class.
Kegiatan tersebut antara lain berupa kunjungan ke perusahaan maupun kantor pemerintahan. Para warga belajar juga mendapatkan edukasi ilmu hukum sebagai bagian dari pembinaan Kejaksaan Negeri Tuban.
Dalam pengembangan kompetensi, PKBM Adhyaksa memberikan berbagai pelatihan. Di antaranya pembuatan makanan, content creator, komputer, serta kemampuan menjadi pembawa acara menggunakan bahasa Jawa.
“PKBM Adhyaksa hadir untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan pendidikan. Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan dan bekal untuk melanjutkan kehidupan,” pungkasnya.
Selain pembelajaran dan pelatihan, warga belajar juga mendapatkan pendampingan dalam administrasi kependudukan. Salah satunya berupa pembaruan data pendidikan pada dokumen kependudukan agar jenjang pendidikan yang telah ditempuh tercatat.
Dengan demikian, kegiatan PKBM Adhyaksa tidak hanya mencakup proses pembelajaran, tetapi juga pengembangan keterampilan, edukasi hukum, serta pendampingan administrasi kependudukan. Bagi 40 warga belajar yang mengikuti wisuda, prosesi tersebut menjadi bagian dari tahapan pendidikan yang telah mereka tempuh melalui PKBM Adhyaksa Tuban. (Aj)












