Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

8 Bulan Insentif Guru PAUD Tuban Tak Cair, Pemkab Akui Ada Keterlambatan

- Reporter

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru PAUD di Kabupaten Tuban masih menunggu pencairan insentif yang belum diterima sejak Januari 2026, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Guru PAUD di Kabupaten Tuban masih menunggu pencairan insentif yang belum diterima sejak Januari 2026, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Tuban – Penantian panjang masih dirasakan sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Tuban. Memasuki Agustus 2026, insentif yang selama ini menjadi tambahan penghasilan mereka belum juga diterima sejak Januari.
Bagi para guru, persoalannya bukan semata soal nominal. Insentif sebesar Rp300 ribu per bulan tersebut menjadi salah satu penopang di tengah pendapatan guru PAUD yang relatif minim. Tahun ini, mereka justru harus menunggu selama delapan bulan tanpa kepastian kapan insentif tersebut dicairkan.

Bukan Soal Rp300 Ribu, tapi Kepastian

Sejumlah guru PAUD di Kecamatan Semanding mengaku mulai mempertanyakan keberlanjutan pencairan insentif tersebut. Sebab, pola pencairan pada tahun-tahun sebelumnya biasanya berbeda.
Jika sebelumnya insentif dirapel untuk tiga atau empat bulan pada awal tahun, kemudian dilanjutkan secara rutin, tahun ini para guru belum menerima pencairan sama sekali.
“Biasanya di awal tahun itu dirapel tiga atau empat bulan, kemudian setelah itu rutin setiap bulan cair. Tapi berbeda dengan tahun ini yang sama sekali tidak cair,” ujar salah seorang guru.
Bagi guru yang telah mengabdi sekitar lima tahun tersebut, Rp300 ribu per bulan memang bukan angka besar. Namun, ketika penghasilan dari lembaga relatif kecil dan tidak menentu, tambahan tersebut tetap memiliki arti.
“Uang insentif dari APBD sebenarnya sangat membantu untuk menopang kebutuhan keluarga. Kami sebagai pendidik TK dengan gaji yang sangat minim sebenarnya sangat mengharapkan insentif itu turun untuk keberlangsungan hidup kami,” ungkapnya.
Saat ini, ia mengaku hanya mengandalkan gaji dari lembaga serta dana BOP yang nilainya sekitar Rp300 ribu. Besaran gaji dari lembaga sendiri disebut tidak menentu.

Sempat Ada Harapan Insentif Naik Jadi Rp500 Ribu

Persoalan keterlambatan juga semakin menjadi perhatian karena sebelumnya sempat muncul informasi mengenai rencana kenaikan nilai insentif.
Sebelum Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memasuki periode kedua kepemimpinannya, para pendidik disebut sempat mendapat informasi bahwa insentif akan dinaikkan menjadi Rp500 ribu.
Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi. Insentif dengan besaran sebelumnya saja belum diterima para guru sejak awal tahun.

Keluhan serupa datang dari guru PAUD di Kecamatan Montong. Mereka menyebut insentif sejak Januari hingga Agustus belum masuk ke rekening penerima.
“Iya, Mas, betul. Insentif dari Januari hingga sekarang belum cair sama sekali dan rekan-rekan saya juga sama-sama menantikan kejelasannya,” tuturnya.
Menurutnya, pola pencairan mulai tidak konsisten sejak 2024. Kondisi tersebut berbeda dengan periode 2021 hingga 2023 ketika pembayaran masih berlangsung rutin.
Artinya, persoalan yang dirasakan guru PAUD bukan hanya terjadi pada tahun ini. Ketidakpastian pencairan disebut mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir.

PGRI Dorong Segera Dicairkan

Keluhan para guru tersebut turut mendapat perhatian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tuban.
Ketua PGRI Tuban, Witono, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan Tuban. Berdasarkan komunikasi yang dilakukan, proses pencairan disebut masih berjalan.
Namun, Witono mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah guru PAUD yang tercatat sebagai penerima insentif tersebut.
“Harapannya semoga segera cair sehingga bisa dinikmati oleh para guru penerima,” kata Witono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (21/08/2026).

Pemkab Akui Ada Keterlambatan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Raden Mochamad Dani Ramdhani, tidak membantah adanya keterlambatan pencairan insentif yang bersumber dari APBD.
Menurutnya, keterlambatan terjadi karena diperlukan pembaruan data penerima serta penyesuaian standar yang berlaku.
“Memang ada sedikit keterlambatan karena diperlukan adanya updating database dan penyesuaian standarisasi. Saat ini kami terus berprogres dan diupayakan bisa selesai dalam waktu yang tidak lama,” jelasnya.
Dani memastikan anggaran insentif guru PAUD tetap dialokasikan pada tahun ini. Namun, ketika ditanya mengenai total anggaran yang disiapkan Pemkab Tuban, ia belum memberikan penjelasan.

Delapan Bulan Menunggu Kepastian

Kini, persoalannya bukan lagi sekadar kapan insentif itu cair, tetapi sejauh mana pemerintah mampu memberikan kepastian kepada para penerima.
Selama delapan bulan, para guru PAUD menunggu hak yang sebelumnya menjadi tambahan penghasilan rutin. Di tengah pendapatan yang terbatas, Rp300 ribu per bulan mungkin bukan angka besar bagi sebagian orang.
Namun bagi mereka, nominal tersebut tetap berarti.
Karena itu, yang kini ditunggu para guru bukan hanya pencairan, melainkan juga kepastian bahwa insentif tersebut benar-benar tersedia dan dapat diterima sesuai waktu yang semestinya. (Az)

Berita Terkait

Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang
Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi
Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai
Hama Tikus Kembali Menyerang Jagung Petani Kerek, 500 Petani Terancam Gagal Panen
HUT ke – 81 Republik Indonesia : 251 Napi Lapas Tuban Dapat Remisi
Truk Tambang Bikin Jalan Kepohagung Hancur, Bupati Tuban: Itu Tanggung Jawab Desa
Bupati Tuban Lempar Tanggung Jawab Jalan Dilewati Truk Tambang ke Desa
Ada Keringanan Pajak hingga 31 Agustus 2026, Pemkab Tulungagung Minta Warga Jangan Menunda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:47 WIB

8 Bulan Insentif Guru PAUD Tuban Tak Cair, Pemkab Akui Ada Keterlambatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Hama Tikus Kembali Menyerang Jagung Petani Kerek, 500 Petani Terancam Gagal Panen

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu