Kebakaran Hebat di Pusat Perbelanjaan Konveksi KDS Situbondo, Api Baru Padam Setelah 24 Jam

- Reporter

Senin, 18 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, JATIM – Kebakaran besar melanda pusat perbelanjaan konveksi dan pasar swalayan Karunia Dharma Sentosa (KDS) di Jalan Achmad Yani, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (17/11/2024) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Api berhasil dipadamkan setelah 24 jam lamanya, pada Senin (18/11/2024) siang pukul 12.00 WIB, berkat kerja keras petugas pemadam kebakaran.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalpos) BPBD Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi bahwa api telah berhasil dipadamkan, meski saat ini petugas masih melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

“Alhamdulillah api sudah padam pada siang ini dan tinggal pembasahan,” ujar Puriyono kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dari keterangan saksi, Andi Irawan Martini, yang merupakan karyawan di salah satu stan di lantai dua KDS, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api.

“Keterangan saksi menyebutkan api semakin membesar dan sulit dipadamkan dengan alat seadanya,” jelas Puriyono.

Kebakaran ini tidak hanya menghanguskan pusat perbelanjaan konveksi terbesar di Situbondo, tetapi juga merembet ke toko bahan bangunan (ACC) yang berada di sebelah barat KDS. Akibatnya, bagian atap gudang belakang toko bahan bangunan tersebut mengalami kerusakan.

Untuk memadamkan api, BPBD Situbondo menerjunkan enam unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dan dua truk tangki air milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta satu truk tangki air dari BPBD Situbondo. Selain itu, bantuan juga datang dari dua unit kendaraan Damkar milik Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.

Kebakaran yang terjadi di siang hari itu menyebabkan kepanikan, terutama di kalangan para pengunjung dan para pekerja di lokasi. Peristiwa ini juga menyebabkan kemacetan parah di jalur Pantura, yang terpaksa dialihkan melalui Jalan Achmad Jakfar, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Argopuro.

Meski tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, sejumlah siswa SMK yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di KDS dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal saat berusaha menyelamatkan diri. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat ini, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan sedang dilakukan oleh pihak berwajib.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga
Bolos Saat Jam Pelajaran, Enam Siswa di Tuban Digiring Kembali ke Sekolah
Kayuh Sepeda Demi Bertemu Ayah di Tahanan, Kisah Bocah di Situbondo Mengundang Haru
Misteri Kematian Massal Ribuan Ikan di Bekas Tambang Tuban, DLHP Siapkan Uji Laboratorium
Simulasi Gempa Besar di Surabaya, Tim Urban SAR Basarnas Berjibaku Selamatkan Korban
Kirana Wedding Tuban Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta
Pertamina Perkuat Pengawasan Digital Penyaluran BBM Subsidi Usai Keluhan QR Code Biosolar di Tuban
Dugaan Pengeroyokan 10 Warga SH Terate : Kuasa Hukum Korban Minta Polresta Tuban Usut Tuntas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Diduga Cemari Udara, Kepulan Asap Hitam di Kawasan Industri Tuban Dikeluhkan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:52 WIB

Bolos Saat Jam Pelajaran, Enam Siswa di Tuban Digiring Kembali ke Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:18 WIB

Kayuh Sepeda Demi Bertemu Ayah di Tahanan, Kisah Bocah di Situbondo Mengundang Haru

Senin, 27 Juli 2026 - 20:07 WIB

Misteri Kematian Massal Ribuan Ikan di Bekas Tambang Tuban, DLHP Siapkan Uji Laboratorium

Senin, 27 Juli 2026 - 11:42 WIB

Simulasi Gempa Besar di Surabaya, Tim Urban SAR Basarnas Berjibaku Selamatkan Korban

Berita Terbaru