Tuban – Api membakar sebuah gubuk yang digunakan untuk menyimpan tumpukan kulit jagung di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jumat (11/9/2026) malam. Material kulit jagung yang dalam kondisi kering membuat api cepat membesar dan mengancam bangunan gudang jagung di sekitarnya.
Kebakaran yang menimpa gubuk milik Sahid tersebut diketahui sekitar pukul 20.08 WIB. Laporan kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban dari Kepala Desa Karanglo.
Kepala Bidang Damkar, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Tuban, Sutaji, mengatakan setelah menerima laporan, petugas Pos Damkar Bancar langsung bergerak menuju lokasi kejadianz petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.38 WIB. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan satu unit fire truck Damkar Tuban yang dibantu satu unit fire truck dari SIG.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pembasahan,” kata Sutaji.
Upaya pemadaman berlangsung cepat, api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.43 WIB. Namun, petugas masih melakukan pembasahan hingga pukul 21.54 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala, mengingat material yang terbakar berupa kulit jagung kering.
Dalam penanganan tersebut, dua personel Pos Damkar Bancar dan tiga personel SIG diterjunkan. Mereka juga dibantu dua anggota Polsek Kerek, perangkat Desa Karanglo serta warga sekitar.
Area yang menjadi lokasi bangunan dan tumpukan material mencapai sekitar 30 x 30 meter. Sementara bagian yang terbakar diperkirakan sekitar 4 x 6 meter.
Dari hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang oleh pekerja gudang ke tumpukan kulit jagung dalam kondisi kering. “Dugaan sementara penyebabnya adalah puntung rokok dari pekerja gudang yang dibuang ke tumpukan kulit jagung kering,” jelas Sutaji.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp3 juta, meliputi bangunan gubuk dan empat karung jagung glondongan.
Meski demikian, respons cepat petugas berhasil mencegah api meluas ke gudang jagung yang berada di sekitar lokasi. Aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Sutaji mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di area pergudangan dan lokasi penyimpanan bahan yang mudah terbakar, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Material seperti kulit jagung kering, menurutnya, mudah terbakar dan dapat membuat api berkembang dalam waktu singkat. Karena itu, kewaspadaan menjadi penting, terutama ketika aktivitas pekerjaan berlangsung di sekitar tumpukan bahan kering. (Az/Kiev)
Editor : Mukhyidin Khifdi












