TUBAN JATIM – BPBD Tuban mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material lumpur sisa banjir yang menutupi jalanan di Kecamatan Rengel. Proses pembersihan ini melibatkan sinergi dengan TNI dan Polri, serta dilakukan siang hari untuk memulihkan akses jalan yang terdampak banjir bandang.
Satu unit ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk mengangkut lumpur tanah merah yang terbawa air dari pegunungan ke dataran rendah di Desa Rengel. Selain alat berat, petugas gabungan juga bekerja secara manual dengan cangkul dan sekop untuk mengangkat lumpur.
“Saking banyaknya lumpur, khususnya di depan Pasar Rengel,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, Minggu (5/1/2025).
Warga dan Petugas Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum
Tak hanya petugas gabungan, warga yang rumahnya terdampak juga terlihat membersihkan halaman dan teras dengan menyiram air serta menggunakan sekop dan sapu. Proses serupa berlangsung di dua sekolah di Kecamatan Rengel, yakni SD dan SMP. Guru, siswa, serta petugas BPBD, Damkar, Tagana, hingga Banser bahu-membahu membersihkan lumpur yang mencapai ketebalan 10-20 sentimeter di ruang kelas dan halaman sekolah.
“Air sungai meluap hingga masuk ke dalam kelas, ditambah banyaknya sampah yang terbawa arus, membuat kondisi semakin parah,” jelas Kepala SMPN 1 Rengel, Bambang Iswanto. Ia juga menyebutkan bahwa jembatan di wilayah tersebut tidak mampu menahan debit air yang sangat tinggi.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Tuban, Lalu Lintas Lumpuh
Baca juga: Banjir Bandang di Tuban Rendam Sekolah dan Rusak Rumah Warga
Kerusakan Akibat Banjir
Selain lumpur yang menumpuk, bangku-bangku kelas tampak berserakan akibat genangan air. Salah satu rumah warga milik Joko bahkan rusak setelah pagar sekolah yang berada di dekatnya roboh diterjang banjir.
Kondisi ini menggarisbawahi perlunya upaya mitigasi, termasuk perbaikan saluran air dan pengelolaan sampah, untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Editor : Agus Susanto












