Tuban – Sebuah insiden berdarah terjadi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Seorang pria nekat membacok tetangganya hanya karena ditegur soal lampu motornya yang terlalu terang.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (11/03/25) sekitar pukul 17.40 WIB. Kapolsek Jatirogo, AKP Eko Sumartono, mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika Choirul Anam (34) tengah dalam perjalanan pulang dari sawah. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan Imam Safi’i (32), yang saat itu mengendarai sepeda motor dengan lampu menyala terang.
Cahaya yang terlalu silau dari motor Imam membuat Choirul merasa terganggu. Merasa tidak nyaman, ia pun menegur Imam dengan nada cukup keras. Namun, teguran tersebut justru berujung fatal.
“Korban menegur pelaku karena lampu motornya terlalu terang. Namun, teguran tersebut disampaikan dengan kata-kata yang cukup kasar,” ujar AKP Eko kepada wartawan, Rabu (12/03/25).
Imam yang merasa tersinggung dengan teguran tersebut langsung naik pitam. Setelah kejadian itu, ia memutuskan pulang ke rumahnya. Namun, bukannya meredakan amarah, Imam justru mengambil sebilah pedang dan kembali mencari Choirul di rumahnya.
Saat bertemu, keduanya kembali terlibat adu mulut yang semakin memanas. Choirul berusaha menjelaskan maksud dari tegurannya, tetapi Imam yang sudah emosi tidak bisa lagi menahan diri. Dengan pedang di tangannya, Imam tiba-tiba menyerang Choirul dan menebaskan senjatanya ke arah kepala korban.
“Pelaku pulang untuk mengambil pedang, lalu mendatangi rumah korban. Setelah cekcok, pelaku langsung membacok korban,” jelas AKP Eko.
Baca juga: Goda Istri Orang, Pegawai Bank Plecit di Tuban Dibacok Suami Sah
Baca juga: Petani di Tuban Diamankan Setelah Serang Petugas Perhutani
Akibat serangan tersebut, Choirul mengalami luka sayatan sepanjang tiga sentimeter di kepalanya. Meski terluka, ia masih sadar dan langsung berusaha menyelamatkan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa Choirul ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, setelah melancarkan aksinya, Imam tidak langsung melarikan diri jauh. Ia justru pulang ke rumahnya bersama istrinya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Setelah mendapatkan perawatan medis, Choirul akhirnya diperbolehkan pulang. Namun, ia tidak terima dengan kejadian yang menimpanya dan langsung melaporkan Imam ke Polsek Jatirogo.
“Korban selamat dan sudah mendapatkan perawatan. Saat ini, kasusnya telah ditangani oleh pihak kepolisian,” pungkas AKP Eko.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang kronologi kejadian.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












